Pencurian minyak mentah yang marak terjadi di Tempino-Plaju khususnya di
Kabupeten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) sudah jadi rahasia
umum. Bahkan dilakukan berjamaah, namun tindakan hukum terhadap praktik
ilegal ini masih minim.
Bahkan kejadian ledakan tempat
penampungan minyak hasil curian yang menewaskan 5 orang, kemarin di Musi
Banyuasin lokasinya dipinggir jalan. Pihak kepolisian megaku tidak ada
laporan sama sekali.
"Pada umumnya semua orang disini sudah
mengetahui adanya pencurian minyak, tapi semuanya pura-pura tutup mata,"
kata Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI,
Nugroho Widyotomo kepada detikFinance seperti dikutip Jumat (5/10/2012).
Menurut
Nugroho, untuk itu harus ada perbaikan pengamanan yang melibatkan semua
pihak. "Jadi harus ada perbaikan pengamanan, tidak bisa hanya dari
kepolisian dan TNI saja, Pertamina, Elnusa dan masyarakat juga,"
ucapnya.
Bahkan kata Nugroho, jika pemerintah meminta kepada
pihaknya untuk ikut juga menindak dan mengamankan pipa-pipa minyak
mentah tersebut, pihaknya siap.
"Ini memang di luar tugas pokok
kami sebagai prajurit, tapi kalau diminta kami siap untuk mengamankan
pipa-pipa minyak ini dari aksi pencurian," tegasnya.
Namun
Nugroho tidak bisa memastikan apa ada aparat yang membekingi aksi-aksi
pencurian minyak tersebut yang katanya sudah berlangsung lama.
"Kalau
menduga ada aparat dibalik pencurian ini boleh saja, tapi pembuktiannya
ada dari Kepolisian, saya tidak mengikutinya, polisi yang paling tahu
ada atau tidaknya aparat yang bermain atau sudah ada yang ditindak atau
belum," tandasnya.
No comments:
Post a Comment