Sebanyak tiga badan usaha diluar PT Pertamina saat ini sedang berebut
tender kuota BBM subsidi 2013 yang dikabarkan mencapai 2,4% dari kuota
46 juta KL. Padahal menjual BBM subsidi tersebut untungnya tipis bahkan
malah bisa rugi.
Seperti diungkapkan Wakil Menteri Energi Sumber
Daya Mineral, Rudi Rubiandini, intinya keuntungan menyalurkan BBM
subsidi itu untungnya tipis.
"Perusahaan yang berebut tender BBM
subsidi seperti AKR (PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk), SPN (PT Surya
Parna Niaga) dan Shell tahu mendistribusikan BBM subsidi itu untungnya
tipis, bahkan Pertamina aja yang jumlahnya lebih banyak, ngakunya rugi tuh salurkan BBM subsidi," kata Rudi kepada detikFinance, Sabtu (6/10/2012).
Menurut
Rudi, untung tipis karena BBM subsidi merupakan jenis BBM tertentu,
harga sudah ditetapkan, delta keuntungannya sudah ditentukan juga. Tidak
bisa lebih sementara beban kewajibannya banyak.
"Mereka yang
salurkan BBM subsidi harus menyalurkan BBM subsidi hingga kepelosok
daerah, wajib bangun kilang walau tidak harus di Indonesia, wajib punya
penampungan, bangun infrastruktur sendiri dan tidak boleh beli minyak
mentah Indonesia," ungkap Rudi.
Jadi beda, bisnis jualan BBM
subsidi ini sulit untung besar. Kalau mau untung besar kata Rudi bukan
jual BBM subsidi tetapi jualan seperti jualan besi, paku atau lainnya.
"Untung
besar itu kalau kita bisnis jualan matrial seperti jualan paku, kalau
jual 1 Kg paku kan tidak tahu berapa biji paku tiap 1 Kg-nya, jadi bisa
dimainkan keuntungannya, BBM subsidi tidak bisa harganya Rp 4.500 dari
Sabang sampai Papua yang harganya harus tetap Rp 4.500 per liter,"
ucapnya.
Untuk itu dirinya meminta, tidak perlu harus meributkan
tander BBM subsidi. "Tidak perlu diributkan mau itu 0,5% dair kuota,
2,4%, bahkan seluruhnya 46 juta KL di tenderkan, tidak masalah, asal
tadi syaratnya masyarakat dipelosok daerah di Indonesia bisa menikmati
BBM subsidi, kalau mau silahkan," jelasnya.
Seperti diketahui,
untuk tahun 2012, Kuota BBM subsidi yang ditenderkan kepada badan usaha
di luar PT Pertamina sebesar 0,4% dari kuota BBM Subsidi 40 juta KL,
dimana peserta tender yang menang adalah Pertronas, SPN dan AKR.
Tahun
2013 kuota BBM subsidi ditetapkan DPR sebesar 46 juta KL dan dikabarkan
akan ditenderkan sebanyak 2,4% bagi badan usaha di luar Pertamina.
No comments:
Post a Comment