Yunani yang saat ini terlilit utang segunung dan hampir bangkrut,
berencana membangun sirkuit formula one (F1) senilai 94 juta euro atau
sekitar Rp 1,3 triliun.
Kementerian Pembangunan Yunani
mengatakan, dari nilai proyek tersebut, senilai 28,9 juta euro atau US$
37,3 juta (Rp 406 miliar) bakal dikeluarkan lewat kocek negara.
Pemerintah
Yunani mengaku bakal berusaha untuk menarik investasi pembangunan
sirkuit ini dan bakal menjadi prioritas utama. Namun prosedur birokrasi
masih menghambat.
Proyek ini telah diberi 'lampu hijau' pada Mei
2012 lalu. Sirkuit ini bertujuan untuk menarik minat wisatawan dan
menciptakan lapangan kerja di negara yang saat ini tengah melakukan
kebijakan pengetatan anggaran dan resesi ekonomi. Tingkat pengangguran
di Yunan mencapai 20%.
Sirkuit ini rencananya akan dibangun oleh
perusahaan konstruksi asal Yunani yakni Avtokinitodromio Patras di Kota
Fares di barat laut dari Peloponnese. Proses pembangunan akan dilakukan
tiga tahun.
Proyek ini sempat menimbulkan perdebatan
bertahun-tahun di antara para pemimpin Yunani. Seperti diketahui, Yunani
telah menghabiskan 8,95 miliar euro saat menjadi tuan rumah olimpiade
2004 silam, termasuk 7,2 miliar euro untuk membangun venue-venue
pertandingan.
No comments:
Post a Comment