Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengakui
sampai saat ini produksi minyak terus turun. Produksi pada 4 Oktober
lalu tercatat hanya 842.974 Barel Oil Per Day (BOPD). Deputi
Pengendalian Operasi BP Migas, Gde Pradyana, mengatakan, produksi minyak
mentah saat ini memang sedang turun-turunnya karena banyak kendala
produksi.
Permasalahan utama turunnya produksi secara nasional
tidak hanya berkurangnya hasil pada ladang minyak besar seperti Duri,
Minas dan lainnya, tapi juga adanya perbaikan alat.
"Saat ini
sedang ada beberapa pekerjaan dulu di lapangan yg ikut membuat produksi
minyak dan gas berkurang. Antara lain, pekerjaan Turn Around (TAR) pada
Train-1 Tangguh di Papua yang akan berlangsung sampai akhir bulan ini,"
kata Gde kepada detikFinance, Sabtu (6/10/2012).
Dikatakan
Gde, pengerjaan di Train-1 Tangguh tersebut, membuat produksi gas turun
sekitar 930 juta kaki kubik ber hari/mmscfd dan kondesat turun 5.000
barel.
"TAR di Train-1 Tangguh membuat produksi gas kita dari
Tangguh turun sekitar 930 mmscfd dan kondensat 5000 barel. Minyak dan
gas tersebut tidak hilang, tapi masih tersimpan di dalam perut bumi,"
ungkap Gde.
Terkait terus turunnya produksi minyak Indonesia tiap
harinya, menurut Gde hal tersebut merupakan hal yang biasa terjadi.
"Produksi harian akan selalu naik-turun? Nanti setelah TAR dan
pekerjaan-pekerjaan di lapangan lain selesai maka produksi akan naik
lagi," yakin Gde.
No comments:
Post a Comment