Friday, 28 September 2012

Jumlah Miliuner di China Berkurang Gara-gara Harga Properti Jatuh

Beijing - Untuk pertama kalinya dalam 7 tahun terakhir, jumlah miliuner di China berkurang di tengah jatuhnya harga properti dan penurunan harga saham di bursa.

Di China ada 251 orang dengan kekayaan miliaran dolar AS, jumlah tersebut berkurang 20 orang dari tahun lalu.

Demikian hasil laporan dari sebuah majalah bergengsi yaitu Hurun Report, dikutip dari AFP, Senin (24/9/2012).

Pada laporan tersebut dikatakan, jumlah miliuner di China turun setelah dalam enam tahun terakhir terus bertambah jumlahnya. Orang terkaya di China adalah Zong Qinghou dengan kekayaan US$ 12,6 miliar. Qinghou mengambil alih posisi teratas dari Liang Wengen seorang penemu perusahaan mekanis Sany Liang turun 5 peringkat tahun ini.

Kepala Riset Hurun Report Rupert Hoogewerf mengatakan, adanya penurunan kekayaan yang signifikan di China. Perekonomian China yang tumbuh 10% di 2010, memasuki perlambatan ekonomi yang signifikan di tengah lesunya ekonomi dunia.

Tahun lalu, ekonomi China tumbuh 9,3% dan turun ke level terendah dalam 3 tahun di semester I-2012 yaitu 7,6%. Ekonomi China juga masih melemah di kuartal III-2012 ini, termasuk ekspor dan manufaktur. Beberapa analis memprediksi ekonomi China bakal melemah dalam 7 kuartal berturut-turut.

Laporan itu juga mengatakan, sektor properti di China terus melemah dan tidak lagi menjadi sumber utama kekayaaan orang-orang terkaya di China. Pemerintah China memang menerapkan aturan untuk memperketat perkembangan sektor properti yang dikhawatirkan bakal menimbulkan gelembung atau bubble.

Namun di samping penurunan jumlah miliuner, laporan tersebut masih memperkirakan adanya ekonomi di China masih tumbuh, walaupun tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

Jumlah rata-rata kekayaan dari 1.000 orang terkaya di China turun 9% menjadi US$ 860 miliar dibandingkan tahun lalu. Namun jumlah ini masih dua kali lipat dibandingkan rata-rata kekayaan 1.000 orang terkaya di China pada 2008 yang sebesar US$ 439 juta.

(dnl/hen)


View the original article here

Direksi Baru Dirombak, Ehh...Bandara Soekarno-Hatta Mati Lampu

Jakarta - Jajaran direksi baru PT Angkasa Pura II (Persero) yang memperoleh 'kado' khusus hari ini. Apa 'kado' untuk direksi pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) itu?

Kado yang dimaksud adalah terminal 1 dan 2 Bandara Soetta mengalami mati listrik.

General Manager Terminal 1 Bandara Soetta, Syaiful Bahri mengaku gangguan listrik awalnya hanya berupa mati listrik sesaat (kedipan) namun pada pukul 15.08 wib listrik di terminal 1 dan 2 mati total.

"Awalnya jam 15.04, kami dapat kedipan lampu tapi normal tapi nggak mati itu hanya kedipan. 15.07 itu juga kedipan, nah pada 15.08 listrik terminal 1 dan 2 mati semua," katanya kepada detikFinance, Senin (24/9/2012).

Syaiful menjelaskan, padamnya listrik di terminal 1 dan 2 akibat gangguan pasokan listrik dari gardu PLN Kosambi. Namun, Ia mengaku operasional bandara tetap berjalan karena ada prioritas pasokan listrik.

"Sementara saya baru daaet semua alat produksi berjalan seperti alat produksi pemeriksaan pertama, pemeriksaan kedua, check in, bea cukai, perparkiran semua itu priority alat produksi," imbuhnya.

Padamnya listrik di terminal 1 dan 2 hanya menganggu fasilitas seperti lampu dan pendingin udara di bandara. Namun Ia masih belum bisa memastikan kapan listrik bisa kembali normal.

"Kami nunggu dari PLN kosambi,"pungkasnya.

(feb/hen)


View the original article here

Awal Oktober, Dahlan Iskan Siap Tancap Gas 'Ferrari' Listrik

Jakarta - Rencananya awal Oktober nanti, Menteri BUMN Dahlan Iskan siap menjajal prototipe mobil listrik 'Ferrari' made in Yogyakarta. Mobil listrik ini sudah lama dinanti oleh Dahlan, bahkan sempat molor dari rencana semula.

Dahlan mengaku, mobil Ferrari berwarna merah karya Danet Suryatama tersebut hampir sempurna pengerjaannya. Bahkan setelah selesai, Dahlan siap menjajalnya di Jakarta.

"Awal bulan (Oktober) sudah ada disini," kata Dahlan saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Sebelumnya mobil listrik mirip 'Ferrari' ini sempat tertunda penyelesaiannya karena baterainya tertahan lama di Pelabuhan Tanjung Priok. Dahlan menjelaskan, akan berkunjung ke Yogyakarta untuk memastikan pengerjaan mobil seharga Rp 1,5 miliar itu.

"Minggu depan saya kesana lagi untuk terakhir kali," imbuhnya.

(feb/hen)


View the original article here

Dirjen: Pegawai Pajak Ditugaskan ke Papua, Dia Sial Dua Kali

Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany meminta agar DPR bisa menyetujui tunjangan pegawai pajak yang tidak memiliki rumah dinas. Apalagi kalau pegawai ditugaskan ke Papua, ibarat pegawai dapat sial dua kali.

"Pasalnya, selama ini kami banyak kekurangan rumah dinas, banyak pegawai yang dikirim ke daerah ada yang dapat rumah dinas, ada juga yang tidak dapat," kata Fuad dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR yang diadakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Artinya, kata Fuad, ada satu sisi pegawai yang dapat rumah dinas tidak mengeluarkan biaya untuk sewa rumah. Namun di sisi lain, ada pegawai merogoh kocek sendiri untuk sewa rumah.

"Ini kan tidak adil bagi pegawai kami yang tidak dapat rumah dinas, sementara tunjangannya tidak ada, kami harapkan nantinya ada tunjangan bagi pegawai kami yang tidak punya rumah dinas," ucap Fuad.

Apalagi, kata Fuad, di masyarakat bahkan di media jika Direktorat Pajak membangun rumah dinas baru, selalu dipersepsikan jelek sekali.

"Padahal kita memang butuh banyak rumah dinas bagi pegawai kami," katanya.

Diibaratkan Fuad, jika ada pegawai pajak ditugaskan ke Papua, Sorong, atau Jayapura, pegawai tersebut ibarat terkena sial dua kali.

"Misal, ada pegawai pajak kita tugasin ke Papua, Sorong, atau Jayapura. Dia seperti kena sial dua kali. Kenapa? Karena rumah dinas di sana minim, kalau mau sewa sulit carinya. Kalaupun ada mahal sekali sewanya. Sial keduanya kalau dia mau pulang ke keluarganya tiap bulan biaya transportasi naik pesawat pulang pergi habis Rp 10 juta, itu tinggi sekali. Tentunya kita harus pikirkan jalan keluarnya, seperti adanya tunjangan sewa tempat tinggal," papar Fuad.

Seperti diketahui, tahun depan anggaran Direktorat Jenderal Pajak diajukan sebesar Rp 5,2 triliun.

(rrd/dnl)


View the original article here

Thursday, 27 September 2012

Fuad Rahmany Pamer Penerimaan Pajak RI Lebih Pesat dari Malaysia

Jakarta - Dirjen Pajak Fuad Rahmany menyatakan pertumbuhan penerimaan pajak di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN lainnya. Bahkan dengan Malaysia, Indonesia lebih unggul karena pertumbuhannya lebih tinggi.

"Dibandingkan dengan Malaysia pertumbuhan penerimaan pajak tahun lalu cuma 12%, kita sudah 19% dalam hal upaya penerimaan pajaknya," kata Fuad di Gedung DPR, Senin (24/9/2012).

Untuk terus meningkatkan penerimaan pajak, para pegawai di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dituntut kerja keras untuk meningkatkan penerimaan pajak. Salah satu realisasinya, seluruh pegawai pajak jam kerjanya harus di atas pukul 17.00.

Fuad mengatakan seluruh pegawai di Direktorat Jenderal Pajak dituntut untuk kerja keras, ini terbukti dengan terus naiknya penerimaan negara setiap tahunnya.

"Untuk itu tidak seluruh pegawai pajak harus jam kerjanya di atas jam 5 (17.00) semua. Kita kerja keras ini terbukti dengan seluruh DJP bisa memberikan sumbangan ke negara berupa setoran pajak mencapai Rp 800 triliun," kata.

Dikatakan Fuad, pihaknya juga akan terus mengejar orang-orang kaya dan perusahaan besar untuk rajin membayar pajak.

"Pasalnya 90% penerimaan pajak berasal dari perusahaan besar dan orang-orang kaya, sementara yang UKM kontribusinya hanya 4%," ucap Fuad.

Menurut Fuad, bahkan untuk pajak pribadi saat ini masih ada potensi 35 juta jiwa lebih yang belum membayar pajak.

"Untuk pajak pribadi saat ini masih ada potensi sekitar 35 juta jiwa lebih yang belum membayar pajak, ini dikarenakan sulitnya mendapatkan data yang valid baik itu dari KTP atau data lainnya," ungkapnya.

(rrd/hen)


View the original article here

Kekurangan Pegawai, 7.000 Pulau Luput dari Pantauan Petugas Bea Cukai

Jakarta - Kekurangan pegawai tidak hanya dikeluhkan Direktorat Jenderal Pajak. Ternyata hal yang sama juga dikeluhkan Direktorat Jendaral Bea dan Cukai. Pasalnya dengan jumlah pegawai hanya 10.170 orang, sekitar 7.000 pulau 'luput' dari pantauan Bea dan Cukai.

"Karena dengan jumlah pulau di Indonesia mencapai 17.000 pulau, sementara pegawai Bea dan Cukai hanya 10.170 pegawai, artinya 7.000 pulau di Indonesia tidak dijaga Bea dan Cukai," kata Dirjen Bea Cukai, Agung Kuswandono di Rapat Kerja dengan Komisi XI, Selasa (24/9/2012).

Apalagi dengan kondisi perkembangan pelabuhan dan badara udara yang semakin pesat membuat pengawasan akan semakin berat.

"Apalagi bandara udara-laut berkembang pesat, artinya pengawasannya semakin berat, sementara pengawasan kami tidak lagi hanya di pabrik saja tetapi sampai ke pasar/lapangan, " ucapnya.

Dan kekurangan pegawai ini, kata Agung diperberat dengan pensiunnya 3.400 pegawai Bea Cukai pada 2013. "Sudah pegawainya cuma 10.000, tahun depan 3.400 pegawai pensiun," ungkapnya.

Untuk itu ucap Agung, diperlukan perekrutan pegawai besar-besaran minimal 3 kali lipat dari jumlah pegawai yang ada saat ini.

"Minimal tahun depan ada tambahan 1.000 pegawai bea cukai. Kami juga butuh banyak lulusan D1 (diploma) khususnya untuk petugas penjaga pintu, pemeriksa penumpang, pemeriksa barang penumpang dan sebagainya," kata Agung.

Agung juga membandingkan jumlah pegawai bea cukai dengan negara lain, seperti di Malaysia yang mempunya 15.000 pegawai, Thailand 8.000 pegawai.

"Bahkan dengan Singapura, negara yang luasnya seperti hanya satu kota di Indonesia punya pegawai Bea Cukai sebanyak 1.200 pegawai," tandasnya.

(rrd/dru)


View the original article here

PLN: Pasokan Listrik ke Bandara Soetta Diupayakan Normal 17.00 WIB

Jakarta - PT PLN (Persero) menyatakan mengupayakan pasokan listrik ke Bandara Soekarno-Hatta Tangerang bakal normal kembali pada pukul 17.00 WIB.

Kepala Humas PLN Pusat Bambang Dwiyanto mengatakan, pada pukul 15.05 WIB saluran udara tegangan tinggi (SUTT) Cengkareng-Duri Kosambi padam. Pemadaman terjadi karena ada kebakaran besar di dekat Duri Kosambi yang menyebabkan penghantar SUTT putus.

"Ini menyebabkan Bandara Soekarno Hatta dan sekitarnya padam. Saat ini sedang diupayakan penormalan dengan melakukan pengalihan beban dan diperkirakan sekitar pukul 17.00 WIB kondisi pasokan listrik ke bandara dan sekitarnya normal kembali," tegas Bambang kepada detikFinance, Senin (24/9/2012).

Sebelumnya, General Manager Terminal 1 Bandara Soetta Syaiful Bahri mengatakan, gangguan listrik awalnya hanya berupa mati listrik sesaat (kedipan) namun pada pukul 15.08 wib listrik di terminal 1 dan 2 mati total.

"Awalnya jam 15.04, kami dapat kedipan lampu tapi normal tapi nggak mati itu hanya kedipan. Lalu 15.07 itu juga kedipan, nah pada 15.08 listrik terminal 1 dan 2 mati semua," kata Syaiful.

Syaiful menjelaskan, padamnya listrik di terminal 1 dan 2 akibat gangguan pasokan listrik dari gardu PLN Kosambi. Namun, Ia mengaku operasional bandara tetap berjalan karena ada prioritas pasokan listrik.

"Sementara saya baru dapet semua alat produksi berjalan seperti alat produksi pemeriksaan pertama, pemeriksaan kedua, check in, bea cukai, perparkiran semua itu priority alat produksi," imbuhnya.

(dnl/hen)


View the original article here

Bumi Plc Temukan Indikasi Penyimpangan Dana, Saham Bumi Resources Anjlok

Jakarta - Perusahaan investasi yang tercatat di Bursa London, Bumi Plc menyatakan telah menemukan penyimpangan atas kinerja keuangan dan operasi anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Atas kabar tersebut, saham BUMI di pasar modal Indonesia pun terkoreksi 160 poin menjadi Rp 680 per lembar jelang saat penutupan perdagangan, Senin (24/9/2012).

Bumi Plc dalam keterangan tertulisnya melalui Head of Group Communications and Investor Relations Nick von Schirnding menjelaskan, penyimpangan atas kinerja di anak usahanya telah diselidiki oleh penyidik independen. Bumi Plc yang memiliki 29% dari total saham BUMI juga telah melaporkan indikasi penyimpangan tersebut kepada Dewan Komisaris.

"Perusahaan juga telah menghubungi otoritas (pasar modal) di Inggris dan Indonesia," kata Bumi Plc.

Penyidik independen telah masuk pada dana pengembangan yang dikelola Bumi Resources dan satu pengembangan aset di PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Kedua pengembagan yang dilakuan tercatat mencatat nihil di Bumi Plc per 31 Desember 2011, kecuali nilai investasi bawaan US$ 39 juta.

Saham BUMI atas kabar ini pun langsung terkoreksi cukup dalam. Saham BUMI dibuka di Rp 800 per lembar saham atau turun dibanding penutupan akhir pekan lalu yang mencapai Rp 840 per lembar saham. Jelang penutupan sesi II perdagangan hari ini, BUMI setia di level Rp 690 atau turun 150 poin (17,68%) dari posisi sebelumnya. Akhirnya saham BUMI ditutup di 680 atau minus 19,05% atau turun 160 poin.

Saham Bumi Plc pun setali dua uang dengan BUMI. Saham perseroan kembali turun 64 poin (32,98%) menjadi 131,3.

(wep/dru)


View the original article here

DPR Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas PNS 40% Jadi Rp 13 Triliun

Jakarta - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Badan Anggaran DPR RI berjanji akan memangkas anggaran perjalanan dinas hingga 40% dari total Rp 21 triliun yang diajukan pemerintah. DPR mengklaim hal tersebut atas dasar keinginan masyarakat.

"Ini merupakan cara DPR menyikapi suara keinginan masyarakat yang mengkritisi pengeluaran Lembaga dan Kementerian terkait perjalanan dinas," ujar Ketua DPR Marzuki Alie seperti dikutip detikFinance, Senin (24/9/2012).

"Kita akan mengoptimalkan hingga 40% dan sedikitnya 30% dan diharapkan akan menghemat Rp 6-8 triliun ini diharapkan dapat untuk pembangunan infrastruktur," imbuhnya.

Pemerintah pada 2013 menganggarkan perjalanan dinas hingga Rp 21 triliun. Maka jika DPR mampu memangkas perjalanan dinas hingga 40%, maka dana yang dihemat mencapai Rp 8 triliun atau hanya Rp 13 triliun.

Pertemuan pimpinan dan Banggar yang merupakan bagian dari Rapat Koordinasi ini juga menyepakati menurunkan belanja barang sebesar 20% dan memindahkan ke belanja modal untuk program-program pro rakyat.

Dikatakan Marzuki, hal ini merupakan usaha DPR dalam menekan biaya yang tidak penting kemudian diarahkan untuk kepentingan rakyat dan infrastruktur.

"Kita mengharapkan alokasi ini diarahkan untuk dana infrastruktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan program pro rakyat dalam mengurangi angka kemiskinan,"paparnya.

Menurut Marzuki, Pimpinan DPR dan Banggar DPR juga memutuskan cost recovery sebesar 15,5%, sementara khusus tax ratio 12,75% jadi 12,87%.

Ketua Banggar DPR Achmad Noor Supit dari Partai Golkar mengatakan, perjalanan dinas itu banyak yang mubazir bahkan di Kementerian-pun bisa lebih parah.

"Paling tidak ini ada kesepakatan politik, karena itu saya berusaha keputusan ini dapat berjalan. Ada tuntutan politik juga dari masyarakat saya ajak pemerintah juga berpikir secara politis," paparnya.

Menurutnya, DPR mengharapkan tahun 2013 ini bisa terlaksana. "Ini baru internal saya konsultasikan pimpinan dulu dan juga telah dibicarakan di internal Banggar,mudah-mudahan dapat menjawab respon rakyat," terangnya.

(dru/hen)


View the original article here

Wednesday, 26 September 2012

Ingin Rekrut 1.000 Pegawai Kemenkeu Tapi Anggaran Gaji OJK Tak Jelas

Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengakui instansinya belum memiliki anggaran khusus, tetapi masih menempel dengan anggaran Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Kementerian Keuangan. Hal ini menyebabkan masih belum jelasnya alokasi anggaran untuk gaji para pegawai OJK nantinya, termasuk gaji para anggota DK OJK yang mulai bertugas sejak tanggal 20 Juli 2012.

"OJK punya anggaran sendiri tahun 2013, 2012 masih nempel di Bapepam. Kalau gaji, belum ada pegawai ya belum ada gajinya, tapi kalau DK, sedang diproses, jadi dalam waktu dekat prosesnya sudah selesai," ujar Muliaman dalam diskusi OJK di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Dalam nota keuangan RAPBN 2013, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 934,1 miliar. Anggaran ini masuk dalam pos belanja lainnya yang disebutkan untuk cadangan anggaran pembentukan dan kegiatan OJK.

Untuk saat ini, Muliaman menyatakan kinerja anggota DK OJK masih dibantu tim transisi yang terdiri dari sekitar 120 orang dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI).

"Mereka yang menyiapkan segala sesuatunya, pengalihan dokumen, alih tugas gedung, aplikasi IT. Ini perlu persiapan karena tidak boleh ada dokumen yang tercecer, aset yang diberi izin. Kita persiapkan hal teknis jangka pendek, informasi untuk evaluasi situasi ekonomi baik normal maupun krisis," jelasnya.

Muliaman menambahkan nantinya tim ini yang berusaha agar dua instansi yang tergabung dalam OJK bisa terintegrasi dengan baik dan saling memberikan informasi.

"Kita tidak ingin nantinya mereka di kamar sendiri-sendiri, ini yang kami hindari, pintu kamar tetep terbuka untuk sinkronisasi," tandasnya.

Sebelumnya, Muliaman mengatakan OJK akan menarik sekitar 1.031 pegawai Bapepam-LK Kementerian Keuangan untuk mengisi SDM di lembaga pengawas keuangan baru tersebut. Untuk itu, ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad akan segera mengirimi surat kepada Menteri Keuangan Agus Martowardojo untuk meminta izin atas pengalihan pegawainya.

(nia/dru)


View the original article here

Saatnya Tagih Janji Transportasi Publik ke Jokowi

Jakarta - Sebagai Gubernur DKI Jakarta yang baru Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan transportasi publik yang layak. Mulai dari penambahan bus TransJakarta, hingga pembangunan trem. Usai Jokowi resmi dilantik jadi DKI 1, saatnya menagih janji.

CEO PolMark Indoesia Eep Saefulloh Fatah menerangkan, janji Jokowi menyediakan transportasi umum yang layak, harus ditagih.

"Pemilu adalah awal. Saatnya menagih janji, termasuk saya akan meminta kepada Mas Jokowi. Apalagi janji-janjinya masih ada dalam laptop saya," kata Eep yang juga sebagai salah satu tim sukses Jokowi-Ahok, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Ia menjelaskan, saat berkampanye, Jokowi siap menambah armada TransJakarta yang lebih banyak. Ini penting karena jumlah penikmat TransJakarta sudah tidak sepadan dengan total armada.

Akibatnya terjadi penumpukan di beberapa shelter (halte) TransJakarta. Bahkan jalur TransJakarta yang sudah sangat padat, akan diubah moda transportasi dengan bus dengan rel (Trem).

"TransJakarta jaraknya terlalu jauh hingga frekuensi datangnya kurang. Itu yang harus diatasi untuk menyediakan lebih banyak busway. Untuk jalur yang sudah padat. Busway diubah dengan trem dari isi kapasitasnya dua sampai empat kali lebih banyak," papar Eep.

(wep/dnl)


View the original article here

Bandara Soetta Mati Lampu, Ini Penjelasan Dahlan Iskan

Jakarta - Saat ini, Bandara internasional Soekarno-Hatta mati lampu dan mengganggu penerbangan. Apa penjelasan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait hal ini?

"Info sementara ada kebakaran kampung di bawah SUTET (saluran udara tegangan ekstra tinggi) 150 KV sehingga putus di ruas Cengkareng-Duri Kosambi tower 7-8. Bandara dan sekitarnya padam," tegas Dahlan kepada detikFinance, Senin (24/9/2012).

"Saat ini tengah dalam proses pengiriman tegangan (backfeeding) di Lontar dilanjut ke Tangerang Baru, terus Bandara," lanjut Dahlan.

Sebelumnya, General Manager Terminal 1 Bandara Soetta Syaiful Bahri mengatakan, gangguan listrik awalnya hanya berupa mati listrik sesaat (kedipan) namun pada pukul 15.08 wib listrik di terminal 1 dan 2 mati total.

"Awalnya jam 15.04, kami dapat kedipan lampu tapi normal tapi nggak mati itu hanya kedipan. Lalu 15.07 itu juga kedipan, nah pada 15.08 listrik terminal 1 dan 2 mati semua," kata Syaiful.

Syaiful menjelaskan, padamnya listrik di terminal 1 dan 2 akibat gangguan pasokan listrik dari gardu PLN Kosambi. Namun, Ia mengaku operasional bandara tetap berjalan karena ada prioritas pasokan listrik.

"Sementara saya baru dapat semua alat produksi berjalan seperti alat produksi pemeriksaan pertama, pemeriksaan kedua, check in, bea cukai, perparkiran semua itu priority alat produksi," imbuhnya.

(dnl/hen)


View the original article here

Bursa Asia Jeblok, IHSG Loyo di 4.200

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 43 poin menutup awal pekan ini. IHSG terkena imbas dari jebloknya bursa-bursa Asia lain.

Pada perdagangan preopening pagi hari, IHSG turun 20,581 poin (0,48%) ke level 4.224,04. Sedangkan Indeks LQ45 turun 5,241 poin (0,72%) ke level 725,13.

IHSG dibuka melemah 23,3 poin (0,55%) ke level 4.221,321. Sementara indeks LQ45 dibuka turun 6,543 poin (0,9%) ke level 723,828.

Pada sesi I, bursa ditutup melemah 32,622 poin atau 0,77% ke 4211,999. Sementara indeks LQ 45 juga terihan jatuh ke 722,873 (1,03%) dari 730.371.

Menutup perdagangan, Senin (24/9/2012) IHSG melemah 43,707 poin atau 1,03% ke 4.200,914.

Pergerakan IHSG dipengaruhi bursa utama dunia yang masih dipicu spekulasi Uni Eropa akan memberikan bantuan lanjutan kepada Spanyol untuk mengurangi dampak krisis utang. Rilis data ekonomi negara AS, China, dan Jepang yang menunjukkan hasil yang negatif juga menahan pergerakan bursa dunia.

Sentimen positif dari dalam negeri nampaknya tak mempengaruhi bursa. Salah satunya, statement yang dilontarkan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida yang menegaskan ekonomi Indonesia masih baik. Mantan Ketua Bapepam LK ini bahkan mengatakan, pasar modal Indonesia juga hingga kini masih mengalami peningkatan dan yang Bursa dengan kenaikan tertinggi ke tiga setelah Singapura dan Hong Kong.

Sampai dengan penutupan sore ini, sebanyak 146.947 saham diperdagangkan dengan total volume 5,893 miliar dan total nilai Rp 3,99 triliun.

Bursa Asia juga masih memerah. Contohnya, Bursa Jepang Nikkei 225 yang anjlok akibat sentimen negatif perlambatan pertumbuhan ekonomi China yang mengakibatkan kinerja ekspor Jepang terganggu. Selain itu terjadi selisih pendapat di antara para pemimpin Eropa mengenai penanganan krisis utang.

Berikut situasi di bursa-bursa sore hari ini:
Indeks Komposit Shanghai naik 6,50 poin (0,32%) ke level 2.033,19.Indeks Hang Seng jatuh 40,24 poin (0,19%) ke level 20.694,70.Indeks Straits Times jatuh 5,66 poin (0,20%) ke level 3.072,30.Indeks Nikkei 225 turun 40,71 (0,45%) ke level 9.069,29
Sementara, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini tercatat Rp 9.585 per dolar AS.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya PT ICTSI Jasa Prima (KARW) naik Rp 410 ke Rp 2.200, PT Tower Bersama (TBIG) naik Rp 325 ke Rp 4.400, Inovisi Infracom naik Rp 250 ke Rp 6.500, dan Indo Tambang Raya (ITMG) naik Rp 200 ke Rp 42.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain PT Merck (MERK) turun Rp 3000 ke Rp 149.000, United Tractors turun Rp 1000 ke Rp 21.350, Unilever (UNVR) turun Rp 900 ke Rp 25.750, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 46.600.

(dru/dnl)


View the original article here

Misteri Anggaran 10 Kendaraan Dinas Bea Cukai Rp 10 Miliar

Jakarta - Dalam Nota Keuangan RAPBN 2013, Ditjen Bea dan Cukai meminta 10 unit kendaraan dinas Rp 10 miliar. Namun ternyata yang dibutuhkan hanya 4 unit atau Rp 4 miliar. Kok bisa?

Hal tersebut terungkap saat Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan Dolfi menanyakan harga mobil yang mahal tersebut, yakni Rp 1 miliar per unitnya.

"Ini ditulis dalam Nota Keuangan, Direktorat Bea dan Cukai meminta anggaran untuk mobil dinas sebanyak 10 unit dengan Rp 10 miliar, artinya 1 unit harganya Rp 1 miliar. Mobil jenis apa ini? Buat siapa?" kata Dolfi heran dalam rapat kerja dengan Dirjen Pajak dan Dirjen Bea dan Cukai di Ruang Komisi XI Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Namun menurut Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono, pihaknya hanya membutuhkan 4 unit saja dengan anggaran Rp 4 miliar.

"Kita cuma butuh 4 unit saja dengan anggaran Rp 4 miliar, bukan 10 unit dengan Rp 10 miliar," ungkap Agung.

Menurut Agung, 4 unit kendaraan dinas tersebut diperuntukkan bagi atase/perwakilan Bea dan Cukai di luar negeri.

"Itu mobil dinas untuk atase Bea Cukai di luar negeri. Kita hanya mengikuti standar negara di sana yang lebih tinggi, mungkin Mercedes seri berapa gitu yang harganya mahal," ujarnya.

Nanti 4 mobil dinas tersebut diperuntukakn untuk atase di Singapura, Hong Kong, Tokyo, dan Belgia.

"Kami nanti akan tindak lanjuti, yang jelas kami cuma butuh 4, bukan 10, kita akan cari tahu untuk siapa 6 unit tersebut," tukas Agung.

(rrd/dnl)


View the original article here

Mandiri Sekuritas Bidik 8 Emisi Obligasi di Semester II 2012

Jakarta - PT Mandiri Sekuritas masih bersemangat menjadi penjamin pelaksana emisi obligasi di semester II-2012. Perseroan membidik delapan penjaminan emisi obligasi baru sepanjang Juli hingga Desember tahun ini.

"Obligasi semester II kita bisa delapan. Tentu tidak sendiri join bersama (sekuritas) lain. Kita sudah tangani 17 emisi obligasi di semester I hingga targernya tahun ini 22 emisi," jelas Direktur-Head of Investment Banking Dadang Suryanto di Jakarta, Senin (24/9/2012).

Tahun 2012 memang Mansek banyak menjadi penjamin pelaksana emisi. Target emisi perseroan mencapai Rp 13 triliun, yang didapat dari 22 perusahaan.

Tidak berhenti sampai disitu, perseroan juga siap menjami penjamin pelaksana emisi saham perdana enam perusahaan. Calon-calon emiten ini diperkirakan akan mulai menjajakan saham kepada publik mulai Oktober mendatang.

"Equity kita di semester I sudah ada tiga. Untuk semester II akan ada empat sampai enam lagi," tuturnya. Namun Dadang enggan menyebut klien-kliennya tersebut karena terikat perjanjian kerahasiaan.

"Kan masih nunggu laporan keuangan Juni audit. Kita akan jalan Oktober. Nilainya belum bisa disampaikan sampai kami mendapat efektif dari Bapepam-LK," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Capital Market Mandiri Sekuritas Laksono Widodo mengumumkan penyelenggaraan Indonesia Corporate Day. Acara dua hari, 27-28 September 2012 ini terlaksana di London dengan maksud mendekati emiten dengan investor strategis.

Mansek membawa 10 emiten yang terdiri dari enam BUMN, Bank Mandiri, Aneka Tambang, Garuda Indonesia, Jasa Marga, Perusahaan Gas Negara, PT Bukit Asam, serta empat perusahaan swasta diantaranya Lippo Karawaci, Media Nusantara Citra, Tower Bersama dan ABM Investama.

"Kenapa memilih Inggris, karena uang disana banyak. Mereka butuh tempat untuk investasi, meski disana sedang krisis. Harapan kami agar investor asing dapat meningkatkan nilai portofolio investasinya di pasar modal Indonesia," kata Laksono.

(wep/dru)


View the original article here

Tuesday, 25 September 2012

Gudang Garam Rogoh Kocek Rp 149,99 Miliar Dirikan Anak Usaha Baru

Jakarta - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mendirikan anak usaha baru pada bidang pengolahan tembakau. Produsen rokok asal Kediri ini menanamkan modal ditempatkan dan modal disetor penuh sebesar Rp 149,99 miliar.

Menurut Sekretaris Perusahaan GGRM, Heru Budiman dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (24/9/2012), anak usaha ini bernama PT Surya Inti Tembakau.

"Bahwa sebagaimana notaris Ida Mustia tanggal 21 September 2012 mendirikan anak usaha dengan nama PT Surya Inti Tembakau, modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan sebesar Rp 149.999.000.000 atau setara 149.999 lembar dengan harga nominal Rp 1 juta," katanya.

Jumlah saham ini mencerminkan 99,99 persen dari total modal disetor dan ditempatkan Surya Inti Tembakau sejumlah Rp 150 miliar. Atas pendirian anak usaha baru ini, GGRM berharap dapat menunjang bisnis inti perusahaan.

Pendirian anak usaha itu tidak ada benturan kepentingan dengan perseroan. Kabar sebelumnya menyebut GGRM telah memiliki dua anak perusahaan utama yaitu PT Surya Pamenang dan PT Surya Madistrindo yang bergerak di bidang usaha produksi kertas karton untuk kemasan serta distributor tunggal produk Gudang Garam.

Pada semester I-2012 GGRM menghasilkan laba Rp 2,13 triliun atau turun 8,58% dari posisi sebelumnya, Rp 2,33 triliun. Namun pendapatan perseroan mengalami kenaikan 18,19% menjadi Rp 23,46 triliun.

(wep/dru)


View the original article here

Tol Jakarta-Cikampek Naik 10%, Jasa Marga Kantongi Rp 2,75 Miliar/Hari

Jakarta - PT Jasa Marga Tbk berencana menaikkan tarif ruas tol Jakarta - Cikampek akhir September nanti. Kenaikkan tarif ini mendongkrak nilai pendapatan transaksi hingga Rp 2,75 miliar per hari dari sebelumnya Rp 2,5 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Operasi Jasa Marga, Hasanuddin di acara sosialisasi Penetapan Kenaikkan Tarif Tol Jakarta Cikampek di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur, Senin (24/9/12).

"Tarif Naik 10%, jadi kira-kira nanti transaksi Rp 2,75 miliar per hari," ungkapnya.

Sebelumnya, dengan lalu lintas harian hingga 500.000 kendaraan yang didominasi kendaraan golongan I, Hasanudin menambahkan, nilai transaksi tol Jakarta - Cikampek bisa mencapai Rp 2,5 miliar per hari.

"LHR (lalu lintas harian antara 400-500.000 per hari. Pendapatannya Japek (Jakarta Cikampek) itu Rp 2,5 miliar per hari," jelasnya.

Ruas tol Jakarta-Cikampek akan mengalami kenaikan tarif sebesar 10% pada akhir September ini. Besaran kenaikan itu masih sebatas usulan PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pengelola ruas tol Jakarta-Cikampek.

Adapun besaran kenaikan adalah sesuai dengan besaran inflasi selama 2 tahun, kira-kira 10 %. Berikut ini besaran penyesuaian tarif tol Jakarta-Cikampek sebesar 10%:

Tarif tol saat ini:

Golongan 1: Rp 11.000Golongan 2: Rp 17.500Golongan 3: Rp 22.000Golongan 4: Rp 27.500Golongan 5: Rp 33.000

Tarif tol setelah kenaikan sebesar 10%:

Golongan 1: Rp 12.100Golongan 2: Rp 19.250Golongan 3: Rp 24.200Golongan 4: Rp 30.250Golongan 5: Rp 36.300

(zul/hen)


View the original article here

Dahlan Iskan Hapus Posisi Wadirut di BUMN Non Bank

Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan terus melakukan efisiensi pada struktur organisasi perusahaan plat merah. Posisi wakil direktur utama (wadirut) di BUMN non perbankan akan dihapus.

"Kecuali (BUMN) perbankan, saya memang tidak ingin ada wadirut," kata Dahlan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Sebelumnya, pada perombakan direksi PT Angkasa Pura II yang merupakan pengelola Bandara Soekarno-Hatta, Dahlan menghilang posisi wadirut. Dahlan menjelaskan fungsi direktur lebih efektif daripada posisi wadirut.

"Lebih baik ditambah direktur dari pada ada wadirut," tambahnya.

Mantan Dirut PLN ini menegaskan, posisi wadirut di perbankan plat merah masih diperlukan karena harus mengikuti peraturan dari bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI).

"Bank itu ada disiplin tertentu, karena memenuhi peraturan Bank Indonesia, peraturan internasional. Itu memang ada pembagian tugasnya yang sangat jelas di sana," tegasnya.

(feb/dnl)


View the original article here

Listrik PLN Padam, Bos AP II Kerahkan 8 Genset Untuk Bandara Soetta

Jakarta - PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta menegaskan bahwa proses layanan di bandara tetap berjalan normal meski mengalami gangguan pasokan listrik dari PLN. Pihak manajemen langsung mengaktifkan 8 genset yang digunakan sebagai cadangan listrik PLN.

"Bandara Soekarno Hatta ada 8 unit genset on, semua alat produksi normal dan proses keberangkatan dan kedatangan penumpang normal dan suplai PLN Pukul 16.06 WIB, kondisi terminal normal," tegas Direktur Utama AP II Tri Sunoko kepada detikFinance, Senin (24/9/2012)

Tri menjelaskan lampu mati di Bandara Soekarno-Hatta karena ada gangguan listrik PLN di saluran udara tegangan tinggi (SUTT) Kosambi Cengkareng. Gangguan tersebut tak langsung pada pemadaman listrik bandara sekitar pukul 15.09 lalu.

"Pukul 15.04 terjadi kedipan., 15.07 terjadi kedipan, 15.08 gangguan dari PLN Kosambi dan Bandara Soekarno Hatta padam listrik, 15.09 WIB," katanya.

Sementara itu PT PLN (Persero) menyatakan mengupayakan pasokan listrik ke Bandara Soekarno-Hatta Tangerang bakal normal kembali pada pukul 17.00 WIB.

Kepala Humas PLN Pusat Bambang Dwiyanto mengatakan, pada pukul 15.05 WIB saluran udara tegangan tinggi (SUTT) Cengkareng-Duri Kosambi padam. Pemadaman terjadi karena ada kebakaran besar di dekat Duri Kosambi yang menyebabkan penghantar SUTT putus.

"Ini menyebabkan Bandara Soekarno Hatta dan sekitarnya padam. Saat ini sedang diupayakan penormalan dengan melakukan pengalihan beban dan diperkirakan sekitar pukul 17.00 WIB kondisi pasokan listrik ke bandara dan sekitarnya normal kembali," tegas Bambang.

(hen/dnl)


View the original article here

Direksi Dirombak, Pengelola Bandara Soetta Ingin Jadi Perusahaan Kelas Dunia

Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan telah merombak para petinggi PT Angkasa Pura II (AP II). AP II yang merupakan pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta ingin menjadi perusahaan kelas dunia.

Saat ini perseroan memiliki 7 direksi dari 6 direksi sebelumnya. Dirut AP II Tri Sunoko menjelaskan pergantian dilakukan sebagai batu loncatan AP II menjadi perusahaan kelas dunia dalam mengelola bandara pada 2015 nanti.

"Kita pilah yang sesuai untuk menjadi world class airport dan world class company di 2015," kata Tri kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/9/2012).

Tri mengilustrasikan, Direktur Komersial & Pengembangan dipisah menjadi Direktur Komersial Kebandarudaraan dan Direktur Kargo & Pengembangan Usaha. Itu dilakukan agar aktivitas peseroan lebih fokus dan mudah mencapai target.

"Jadi lebih fokus menangani bidang-bidangnya, dengan demikian menjadi profesional di bidangnya," imbuhnya.

Tri juga beralasan beberapa proyek bandara baru yang sedang dan akan dikerjakan oleh AP II membuat pihaknya harus menambah jajaran direksi baru. "Ke depan ground breaking Soekarno Hatta, itu proyek yang besar tapi taget yang cepat sehingga perlu fokus," tambahnya.

Tri menampik, pergantian dan penambahan direksi AP II hanya atas usulannya dirinya semata. Ia juga mengajak diskusi jajaran komisaris.
"Saya diskusi dengan dewan komisaris melalui fokus diskusi juga berdasarkan pengalaman di AP II," pungkasnya.

(feb/hen)


View the original article here

Bos Jasa Marga: Proyek Monorel Cibubur-Senayan Masih Wacana

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berencana untuk membangun proyek monorel Cibubur - Senayan. Namun hal tersebut baru wacana semata.

Direktur Operasi Jasa Marga Hasanudin mengungkapkan, kemungkinan terbesar ruas jalan Cibubur-Senayan akan dibuat triple deck atau tiga tingkat.

"Pak Dirut buka wacana, nanti triple decker, jadi tol existing Cibubur-Senayan, sama tol elevated, dan di atasnya monorel," ungkap Hasanudin saat ditemui wartawan di Kantor Pusat Jasa Marga di Jakarta Timur, Senin (24/9/12).

Lebih lanjut, Hasan mengatakan, sebenarnya jalan tol Cibubur-Senayan akan memakan investasi yang sangat besar sekali, dan dinilai sangat akan membebankan para pengguna jalan nantinya.

"Belum tentu batal, tapi kalau tarifnya Rp 28.000, dia tidak akan bisa mengatract kendaraan itu untuk bisa masuk. Sehingga tujuan kita untuk menyelesaikan lalu lintas itu tidak pas," tambahnya.

Dia menambahkan, Jasa Marga tidak mungkin mengerjakan proyek monorel sendiri. Nantinya, semua jalan ini akan berintegrasi satu sama lain, termasuk jalan tol layang Cibubur-Senayan yang menurutnya masih dalam pengkajian.

"Paling kerjasama, supaya penumpang yang bisa move itu lebih banyak," katanya.

Menurut Hasanudin, Jasa Marga hanya memiliki kapasitas sebagai operator jalan tol. "Tidak memungkinkan, kita bukan sebagai perusahaan monorel, tapi kalau hanya kontribusi sih masih bisa. Anggaran dasarnya kita perusahaan jalan tol," jelasnya.

"Kalau properti masih bisa, bangun tempat istirahat. Jadi bangun yang tidak related sama jalan tol itu nggak bisa," tambahnya.

Seperti diketahui Jasa Marga berencana membangun monorel di atas jalan tol (elevated) dalam kota untuk rute Cibubur-Senayan. Cara ini lebih efektif mengurangi kepadatan kendaraan di jalan dan memperlancar aktivitas masyarakat dari Bogor atau Cibubur.

Atas rencana ini, Jasa Marga berencana menghadirkan parkir kendaraan yang ekstra luas bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan moda transportasi masal tersebut.

"Kita akan sediakan lahan untuk menampung mobil baru masyarakat yang pakai monorel. Mobil diparkir," ungkap Dirut Jasa Marga, Adhityawarman.

Lahan ini diperkirakan mampu menampung 1.000 mobil. Namun ide ini masih terus dimatangkan perseroan, termasuk posisi lahan parkir ekstra tersebut.

"Lahannya belum namun kalau melihat posisinya, tanah yang masih cukup luas antara pintu tol Cibubur dengan Bukit Golf (Cimanggis). Kita bebaskan untuk parkir," paparnya.

Ongkos pembangunan monorel dianggap lebih murah dibandingkan jalan tol. Biaya struktur lebih efisien karena beban angkut monorel lebih kecil dibandingkan mobil.

"Pembangunannya jauh lebih murah karena kalau monorel bisa dipastikan bebannya. Namun mobil jika dalam keadaan macet, semua menumpuk. Beban jadi lebih besar," ucap Adit.

(zul/dru)


View the original article here

Monday, 24 September 2012

Ini Alasan Dahlan Rombak Direksi Pengelola Bandara Soekarno-Hatta

Jakarta - Hari ini Menteri BUMN Dahlan Iskan merombak jajaran direksi PT Angkasa Pura II. Ada ada tambahan posisi direksi baru di tubuh BUMN pengelola bandara Soekarno-Hatta ini.

Dahlan mengaku perombakan dan penambahan posisi direksi terkait jumlah proyek dan tanggung jawab yang dikelola AP II semakin berat.

"Karena pekerjaan bertambah banyak dan proyek juga bertambah banyak sehingga jumlah direksi yang sekarang kewalahan lah," kata Dahlan di Kementrian BUMN Jakarta, Senin (24/9/2012).

Selain itu Dahlan menjelaskan pergantian dilakukan supaya proyek dan kegiatan yang dikelola oleh AP II bisa lebih fokus.

"Makanya, Direktur operasi khusus mengurusi operasi bandara seperti pelayanan, ketertiban, kebersihan nah yang proyek-proyek baru tadi biar dijalankan oleh direktur pengembangannya," tambahnya.

Mantan Dirut PT PLN (Persero) ini membantah kalau perombahan direksi AP II ini terkait persoalan di internal AP II. "Kita hanya minta pelayanannya lebih baik," imbuhnya.

Berikut struktur Direksi baru PT Angkasa Pura II (Persero):

Direktur Utama: Tri S SunokoDirektur Operasi Kebandarudaraan: Endang A SumiarsaDirektur Pengembangan Kebandarudaraan & Teknologi: Salahudin RafiDirektur Komersial Kebandarudaraan: Rinaldo J AzizDirektur Kargo dan Pengembangan Usaha: Sulistio WijayadiDirektur Keuangan: Laurensius ManurungDirektur SDM dan Umum: Hari Cahyono
Susunan Direksi PT Angkasa Pura II (Persero) sebelumnya: Direktur Utama: Tri S SunokoWakil Direktur Utama: Rinaldo J AzizDirektur Operasi dan Teknik: Salahudin RafiDirektur Komersial & Pengembangan Usaha: Sulistyo WijayadiDirektur Keuangan: Laurensius ManurungDirektur Personalia dan Umum: Endang A Sumiarsa

(feb/hen)


View the original article here

Hanya Timbulkan Citra Negatif, Dirjen Kesal Sempat Ada Gayus di Direktorat Pajak

Jakarta - Citra pegawai pajak langsung buruk ketika terungkapnya kasus mafia pajak Rp 75 miliar Gayus Tambunan. Bahkan saat ini jika bertemu dengan Gayus, para pegawai pajak ingin sekali gorok (potong) lehernya.

"Kita juga kesel ada si Gayus di Pajak, bahkan kalau ketemu si Gayus pingin gorok saja," kata Fuad ketika ditemui di Gedung DPR, Senin (24/9/2012).

Dikatakan Fuad, Gayus memang memberikan citra sangat buruk bagi Direktorat Pajak, bahkan membuat berita-berita yang muncul menjadi negatif.

"Sehingga apapun yang kita lakukan buruk selalu kesannya, tapi kinerja kita seperti penerimaan pajak terus meningkat dibandingkan dari tahun ke tahun bahkan lebih tinggi pertumbuhan penerimaan pajaknya dibandingkan negara-negara ASEAN tidak diapresiasi," ujarnya.

Bahkan kata Fuad, akibat berita negatif tersebut membuat masyarakat terus menilai jelek Direktorat Pajak, bahkan seperti kemarin Kyiai NU sampai mengancam tidak bayar pajak.

"Bahkan kemarin Kyiai sampai mengancam tidak mau bayar pajak, ini terjadi karena berita-berita negatif yang terus ada, yang bersumber pada kasus Gayus," ucapnya.

Fuad meminta agar masyarakat tidak lagi menilai buruk kinerja Direktorat Perpajakan, pasalnya pihaknya sudah bekerja sekuat tenaga, dan bukan berarti Gayus mengemplang Rp 75 miliar berarti bosnya justru lebih besar.

"Tidak, bukan berarti Gayus yang kecil tersebut gelapkan Rp 75 miliar bosnya jauh lebih besar, tidak, dia ketahuan karena memang menggelapkan pajaknya gede sekali," tandasnya.

(rrd/dru)


View the original article here

Selesaikan Kasus Keuangan, OJK Bakal Gandeng Penyidik Kepolisian

Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyatakan dalam menangani kasus-kasus keuangan lembaga perbankan dan industri keuangan non bank, pihaknya membutuhkan penyidik. Salah satu penyidik yang dipastikan turut serta dalam membantu kinerja OJK adalah kepolisian.

"Menurut hukum perdata, penyidik itu cuma 2, yaitu PNS dan kepolisian," ujar Muliaman ketika ditemui dalam diskusi OJK di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Selain kepolisian, Muliaman menyatakan penyidik dari Pegawai Negeri Sipil awalnya adalah penyidik dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). Namun, dengan masuknya Bapepam LK ke dalam OJK yang merupakan lembaga independen, maka pihaknya tengah mencari cara untuk mengatasi status penyidik PNS ini.

"PNS dulu diwakili Bapepam, nanti karena PNS Bapepam bukan PNS lagi. Kita sedang memikirkan bagaimana untuk tetap memiliki penyidik PNS untuk membantu penyidik kepolisian," jelasnya.

"Oleh karena itu saya akan melakukan konsultasi dengan Kapolri untuk bagaimana ini bisa kita sepakati bersama-sama agar ada dukungan dari kepolisian supaya kita juga punya penyidik PNS di OJK," tambahnya.

Selain itu, Muliaman menyatakan OJK akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). Melalui MoU tersebut, OJK akan bergabung dengan Bank Indonesia (BI), Kementrian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"OJK anggota dari FKSSK, OJK perlu cepat masuk dalam MoU ini, sejalan meningkatkan kapasitas, agar OJK punya SDM dan sistem pemantauan yang lebih bagus," tandas Muliaman.

(nia/dru)


View the original article here

AP II Tegaskan Tak Ada Gangguan Radar Pasca Mati Lampu

Jakarta - Pihak manajemen PT Angkasa Pura II menegaskan tak ada gangguan radar di Bandara Soekarno-Hatta pasca terputusnya layanan listrik dari PLN pukul 15.09 tadi. AP II menegaskan saat ini kondisi listrik di bandara sudah normal.

"Nggak ada gangguan (radar)," kata General Manager Terminal II Bandara Soetta Syaiful Bahri kepada detikFinance, Senin (24/9/2012)

Ia menyatakan gangguan pasokan listrik di terminal I dan II telah normal pada pukul 16.06 WIB.

"Sudah Allhamdullilah, 16.06 (Wib) PLN sudah clear, sudah tidak ada gangguan lagi," kata Syaiful.

Syaiful menjelaskan, saat pasokan listrik dari PLN terhenti, sistem genset atau UPS dari terminal I dan II hidup sehingga operasional bandara tetap berjalan meskipun pasokan listrik dari PLN padam.

"Waktu listrik PLN padam semua prosesnya berjalan dengan baik, kita menggunakan system priority," imbuhnya.

System priority yang dimaksudkan adalah ketika terjadi pemadaman listrik, kegiatan operasional bandara yang terkait pelayanan terhadap pesawat dan penumpang berjalan normal namun untuk fasilitas yang tidak menjadi prioritas bisa dipadamkan listriknya.

"Anggapan masyarakat yang belum tahu, ketika ada 20 lampu yang hidup cuma 10 dan 10 mati, itu kan non priority," tambahnya.

(feb/hen)


View the original article here