Penyidik Bareskrim Mabes Polri melimpahkan kasus pembajakan akun email
milik Direktur Keuangan PT Bumi Resources, Fuad Helmy, ke Polda Metro
Jaya. Saat ini penyidik Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus
tersebut.
"Sudah dilimpahkan ke Subdit Cyber Crime Direktorat
Reskrimsus tertanggal 12 Oktober 2012," kata Kabid Humas Polda Metro
Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Diketahui,
11 Oktober 2012 lalu berdasarkan laporan resmi bernomor
LP/803/X/2012/Bareskrim, Fuad melaporkan adanya pembajakan akun email
miliknya, fuadh72@yahoo. Pembajakan itu terjadi sekitar akhir Agustus
2012 lalu.
Ini bermula ketika sekitar tanggal 28 Agustus 2012,
ketika pelapor akan mengakses akun email miliknya fuadh72@yahoo.com
melalui laptop, Fuad tidak dapat mengaksesnya karena passwordnya salah.
Kemudian Fuad menggunakan security questuon dan berhasil masuk ke akun
emailnya.
Ia lalu membuka kotak masuk dan terdapat notifikasi
bahwa akun email miliknya telah berganti kata kunci. Saat itu, ketika
masuk ke akun email pelapor melihat ada akun email lain yang bukan
miliknya.
Email miliknya itu mengandung dokumen penting mengenai data perusahaan PT Bumi Resources.
Khawatir
terjadi penyalahguanaan akun email miliknya dan juga isi dari emailnya,
maka Fuad melaporkan Pasal 362 KUHP dan atau 406 KUHP dan atau 30 ayat
(3) jo pasal 46 ayat (3) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE mengenai
pencurian atau pengsusakan dan atau dengan sengaja melawan hukum
mengakses komputer dan atau sistem selektronik orang lain dengan cara
apa pun dengan tujuan untuk memperoleh informasi elektronik dan atau
dokumen elektronik dengan melanggar, menerobos, melampaui atau menjebol
sistem pengamanan.
Saturday, 20 October 2012
Produk Cina Serbu RI Tak Buat Mendag Gentar
Sudah lazim jika Indonesia kebanjiran produk impor, terutama dari China.
Produk impor China akan banyak ditemui ini adalah barang jenis "murah
asal kenyang".
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku tidak mengkhawatirkan masalah ini menjadi bumerang. Indonesia adalah pangsa pasar terbesar dengan pertumbuhan kosumsi domestik terbesar.
"Saya tidak terlalu khawatir jadi bumerang selagi ada upaya yang bisa dilakukan oleh Indonesia untuk menahan laju impor yang membahayakan konsumen," kata Gita di Jakarta Theater Building, Sabtu (20/10/2012).
Berdasarkan data yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS), impor pada Mei 2012 mencapai US$ 17,2 miliar. Nilai impor ini bahkan lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor pada Mei 2012. Ekspor Mei 2012 justru turun menjadi US$ 16,72 miliar.
Gita menjelaskan, karena krisis ekonomi berkepanjangan yang terjadi di Amerika dan Eropa membuat barang-barang China sulit masuk kesana. "Mereka (Eropa dan Amerika) banyak yang menutup, sehingga mau tidak mau China melempar produknya keluar, salah satunya ke Indonesia," tuturnya.
Negara pemasok barang impor non minyak dan gas bumi terbesar selama Januari- Mei 2012 masih ditempati China dengan nilai US$ 11,89 miliar, dengan pangsa 19,29%. Berikutnya adalah Jepang US$ 9,66 miliar (15,67%) dan Thailand US$ 4,73 miliar.
"Yang dilakukan pemerintah adalah pengendalian terhadap impor bahan baku yang sudah bisa dibuat di dalam negeri. Selain itu kita punya kebijakan safe guards dan anti dumping," ujar Gita.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku tidak mengkhawatirkan masalah ini menjadi bumerang. Indonesia adalah pangsa pasar terbesar dengan pertumbuhan kosumsi domestik terbesar.
"Saya tidak terlalu khawatir jadi bumerang selagi ada upaya yang bisa dilakukan oleh Indonesia untuk menahan laju impor yang membahayakan konsumen," kata Gita di Jakarta Theater Building, Sabtu (20/10/2012).
Berdasarkan data yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS), impor pada Mei 2012 mencapai US$ 17,2 miliar. Nilai impor ini bahkan lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor pada Mei 2012. Ekspor Mei 2012 justru turun menjadi US$ 16,72 miliar.
Gita menjelaskan, karena krisis ekonomi berkepanjangan yang terjadi di Amerika dan Eropa membuat barang-barang China sulit masuk kesana. "Mereka (Eropa dan Amerika) banyak yang menutup, sehingga mau tidak mau China melempar produknya keluar, salah satunya ke Indonesia," tuturnya.
Negara pemasok barang impor non minyak dan gas bumi terbesar selama Januari- Mei 2012 masih ditempati China dengan nilai US$ 11,89 miliar, dengan pangsa 19,29%. Berikutnya adalah Jepang US$ 9,66 miliar (15,67%) dan Thailand US$ 4,73 miliar.
"Yang dilakukan pemerintah adalah pengendalian terhadap impor bahan baku yang sudah bisa dibuat di dalam negeri. Selain itu kita punya kebijakan safe guards dan anti dumping," ujar Gita.
Produksi Batu Bara Ditahan Karena Lebih Banyak Merusak Lingkungan
Pemerintah saat ini mencoba menahan laju produksi batu bara, apalagi
saat ini harganya yang terus menurun. Pasalnya batu bara lebih banyak
merusak namun hasil yang didapatkan negara sangat sedikit. Bahkan 50%
Izin pertambangan belum Clear and Clean (CNC), artinya perusahaan tersebut diragukan membayar pajak dan royalti kepada negara.
Seperti dikatakan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini, pemerintah saat ini sedang 'menahan' laju produksi batubara dengan mensyaratkan perusahaan tersebut harus CNC dan memiliki sertifikat Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP).
"Harus CNC dan memiliki IUP OP, karena dengan terpenuhinya dua syarat tersebut bisa dipastikan perusahaan tersebut bayar pajak, bayar royalti dan menjaga lingkungan serta wilayah kerjanya tidak tumpang tindih," ujar Rudi di Jakarta, Sabtu (20/10/2012).
Terbukti kata Rudi, dari 10.000 Izin Usaha Pertambangan yang diterbitkan pemerintah daerah per 2 Oktober, ternyata ada sekitar 5.806 IUP yang tidak CNC.
"Hampir 50% lebih tidak CNC. Artinya menjadi pertanyaan mereka bayar pajak tidak? Bayar royalti tidak? Jaga lingkungan apa tidak? Pastinya tidak karena mereka belum CNC," ujar Rudi.
Apalagi efek eksplorasi dan eksploitas batubara banyak merusaknya dari pada yang dihasilkan, jauh berbeda dengan sektor Migas, sedikit merusak namun hasilnya jauh lebih banyak.
"Eksplorasi daneksploitasi Migas paling besar hanya 2 ha, masukin pipa sedot Migas, tapi hasilnya seperti tahun ini mencapai Rp 278 triliun, sementara di sektor Pertambangan yang eksplorasinya berratus-ratus hektar dan merusak, menggali, menebang pohon namun yang dihasilkan hanya Rp 110 triliun saja," tandasnya.
Seperti dikatakan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini, pemerintah saat ini sedang 'menahan' laju produksi batubara dengan mensyaratkan perusahaan tersebut harus CNC dan memiliki sertifikat Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP).
"Harus CNC dan memiliki IUP OP, karena dengan terpenuhinya dua syarat tersebut bisa dipastikan perusahaan tersebut bayar pajak, bayar royalti dan menjaga lingkungan serta wilayah kerjanya tidak tumpang tindih," ujar Rudi di Jakarta, Sabtu (20/10/2012).
Terbukti kata Rudi, dari 10.000 Izin Usaha Pertambangan yang diterbitkan pemerintah daerah per 2 Oktober, ternyata ada sekitar 5.806 IUP yang tidak CNC.
"Hampir 50% lebih tidak CNC. Artinya menjadi pertanyaan mereka bayar pajak tidak? Bayar royalti tidak? Jaga lingkungan apa tidak? Pastinya tidak karena mereka belum CNC," ujar Rudi.
Apalagi efek eksplorasi dan eksploitas batubara banyak merusaknya dari pada yang dihasilkan, jauh berbeda dengan sektor Migas, sedikit merusak namun hasilnya jauh lebih banyak.
"Eksplorasi daneksploitasi Migas paling besar hanya 2 ha, masukin pipa sedot Migas, tapi hasilnya seperti tahun ini mencapai Rp 278 triliun, sementara di sektor Pertambangan yang eksplorasinya berratus-ratus hektar dan merusak, menggali, menebang pohon namun yang dihasilkan hanya Rp 110 triliun saja," tandasnya.
Thursday, 11 October 2012
Ikutan Tender Migas, Bos Adhi Karya: Semua Kita Bisa
Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Kiswodarmawan menyatakan
kesiapannya menggarap proyek migas. Sebagai BUMN karya, pengalaman Adhi
Karya tidak hanya pada bidang infrastruktur, tapi juga industri yang
berkaitan dengan minyak dan gas.
Kesiapan ini sejalan dengan pertemuan beberapa perusahaan plat merah, termasuk ADHI, dipimpin Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan pimpinan BP Migas membahas proyek migas yang bisa dikerjakan oleh BUMN.
"Siap dong," papar Dirut Adhi Karya Kiswodarmawan di Yogyakarta, Kamis (11/10/2012).
Menurutnya, Adhi Karya telah berpengalaman menggarap proyek migas di dalam negeri. "Kita sudah ada refinery. Semua kita bisa," tambahnya.
Dalam mengikuti proyek migas, perseroan mengaku siap. Adhi Karya memiliki opsi pinjaman melalui sindikasi perbankan. "Sudah punya sindikasi," pungkasnya.
Sebelumnya Menteri BUMN mengajak 7 BUMN termasuk Adhi Karya bertemu dengan petinggi BP Migas. Pertemuan itu dilakukan karena selama ini proyek migas yang dikelola BP Migas senilai Rp 200 triliun kebanyakan dikerjakan oleh pihak asing dan menggunakan produk impor.
Kesiapan ini sejalan dengan pertemuan beberapa perusahaan plat merah, termasuk ADHI, dipimpin Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan pimpinan BP Migas membahas proyek migas yang bisa dikerjakan oleh BUMN.
"Siap dong," papar Dirut Adhi Karya Kiswodarmawan di Yogyakarta, Kamis (11/10/2012).
Menurutnya, Adhi Karya telah berpengalaman menggarap proyek migas di dalam negeri. "Kita sudah ada refinery. Semua kita bisa," tambahnya.
Dalam mengikuti proyek migas, perseroan mengaku siap. Adhi Karya memiliki opsi pinjaman melalui sindikasi perbankan. "Sudah punya sindikasi," pungkasnya.
Sebelumnya Menteri BUMN mengajak 7 BUMN termasuk Adhi Karya bertemu dengan petinggi BP Migas. Pertemuan itu dilakukan karena selama ini proyek migas yang dikelola BP Migas senilai Rp 200 triliun kebanyakan dikerjakan oleh pihak asing dan menggunakan produk impor.
Garuda: Penerbangan Internasional Tetap Bayar Airport Tax
PT Garuda Indonesia Airlines (Persero) Tbk menegaskan pengintegrasian
tiket penumpang dengan passenger service charge (PSC) atau airport tax
hanya berlaku untuk penerbangan domestik. Penumpang dengan rute
penerbangan internasional mesti membayar airport tax di setiap bandara
di Indonesia.
Garuda yang menjadi maskapai pertama di Indonesia yang menggabungkan sistem tiket dan airport tax ini menyatakan masih ada kendala untuk penggabungan tiket dengan airport tax rute internasional.
Vice President Corporate Communications Garuda, Pujobroto menjelaskan untuk penerbangan internasional, penggabungan tiket masih menunggu aturan resmi dari International Air Transport Association (IATA).
"Sehubungan dengan penerapan airport tax ke dalam tiket, sejauh ini Garuda sudah melaksanakannya. Namun penggabungan tiket ini tidak berlaku untuk penerbangan internasional, hanya domestik saja," kata Pujo, Kamis (11/10/2012).
Pujo menjelaskan lebih jauh, penerbangan rute internasional memang tunduk pada IATA dimana diperlukan kelengkapan dan standar secara global untuk pengintegrasian tiket dan airport tax. Mudahnya, harus menunggu kesiapan dari seluruh maskapai yang 'mangkal' di Indonesia untuk ikut melakukan integrasi tiket ini.
"Internasional itu kan semua airline jadi memang sedang disiapkan mekanisme IATA-nya. Jadi tidak bisa Garuda saja, tetapi harus diikuti oleh maskapai penerbangan lainnya," terang Pujo.
"Diperlukan 2-3 bulan lagi untuk menerapkan pengintegrasian tiket dan airport tax untuk rute internasional," imbuh Pujo.
Lebih jauh Pujo menambahkan, untuk pelaksanaan PSC on Ticket pada penumpang Garuda sendiri, sejauh ini berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan belum ditemukan adanya masalah atau komplain dari pengguna jasa penerbangan di bandara-bandara baik yang dikelola oleh AP II maupun AP I.
"Kami telah melakukan pemantauan di bandara-bandara. Sejauh ini, pelaksanaan ketentuan PSC on Ticket berjalan baik dan lancar. Seluruh penumpang domestik penerbangan Garuda yang sudah membayar PSC bersamaan dengan pembayaran ongkos perjalanan (air fare) dalam ticketnya tidak perlu lagi antre untuk membayar PSC di Bandara," katanya.
Namun, Diingatkan Pujo, bagi penumpang Garuda yang membeli tiket sebelum 4 Oktober 2012, penarikan biaya PSC tetap dilakukan secara manual melalui konter check-in Garuda.
Pada kesempatan yang sama Pujo menjelaskan terkait beredarnya pesan singkat (SMS) maupun Blackberry Broadcast Message (BBM) yang menginformasikan bahwa airport tax tetap ditarik meskipun telah memiliki PSC on Ticket. Menurut Pujo, sebagai penumpang Garuda ketika membeli tiket baru diatas 4 Oktober 2012 akan diingatkan untuk tidak perlu lagi membayar airport tax.
"Karena memang sudah dibayar di dalam tiket. Maka tidak usah lagi membayar. Jika memang diminta oleh petugas bandara bisa menghubungi pihak Garuda di bandara," tegas Pujo.
Garuda yang menjadi maskapai pertama di Indonesia yang menggabungkan sistem tiket dan airport tax ini menyatakan masih ada kendala untuk penggabungan tiket dengan airport tax rute internasional.
Vice President Corporate Communications Garuda, Pujobroto menjelaskan untuk penerbangan internasional, penggabungan tiket masih menunggu aturan resmi dari International Air Transport Association (IATA).
"Sehubungan dengan penerapan airport tax ke dalam tiket, sejauh ini Garuda sudah melaksanakannya. Namun penggabungan tiket ini tidak berlaku untuk penerbangan internasional, hanya domestik saja," kata Pujo, Kamis (11/10/2012).
Pujo menjelaskan lebih jauh, penerbangan rute internasional memang tunduk pada IATA dimana diperlukan kelengkapan dan standar secara global untuk pengintegrasian tiket dan airport tax. Mudahnya, harus menunggu kesiapan dari seluruh maskapai yang 'mangkal' di Indonesia untuk ikut melakukan integrasi tiket ini.
"Internasional itu kan semua airline jadi memang sedang disiapkan mekanisme IATA-nya. Jadi tidak bisa Garuda saja, tetapi harus diikuti oleh maskapai penerbangan lainnya," terang Pujo.
"Diperlukan 2-3 bulan lagi untuk menerapkan pengintegrasian tiket dan airport tax untuk rute internasional," imbuh Pujo.
Lebih jauh Pujo menambahkan, untuk pelaksanaan PSC on Ticket pada penumpang Garuda sendiri, sejauh ini berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan belum ditemukan adanya masalah atau komplain dari pengguna jasa penerbangan di bandara-bandara baik yang dikelola oleh AP II maupun AP I.
"Kami telah melakukan pemantauan di bandara-bandara. Sejauh ini, pelaksanaan ketentuan PSC on Ticket berjalan baik dan lancar. Seluruh penumpang domestik penerbangan Garuda yang sudah membayar PSC bersamaan dengan pembayaran ongkos perjalanan (air fare) dalam ticketnya tidak perlu lagi antre untuk membayar PSC di Bandara," katanya.
Namun, Diingatkan Pujo, bagi penumpang Garuda yang membeli tiket sebelum 4 Oktober 2012, penarikan biaya PSC tetap dilakukan secara manual melalui konter check-in Garuda.
Pada kesempatan yang sama Pujo menjelaskan terkait beredarnya pesan singkat (SMS) maupun Blackberry Broadcast Message (BBM) yang menginformasikan bahwa airport tax tetap ditarik meskipun telah memiliki PSC on Ticket. Menurut Pujo, sebagai penumpang Garuda ketika membeli tiket baru diatas 4 Oktober 2012 akan diingatkan untuk tidak perlu lagi membayar airport tax.
"Karena memang sudah dibayar di dalam tiket. Maka tidak usah lagi membayar. Jika memang diminta oleh petugas bandara bisa menghubungi pihak Garuda di bandara," tegas Pujo.
Grup Bakrie Meradang, Email dan Teleponnya Dibajak
Kelompok usaha Bakrie melaporkan tindakan pembajakan atau hacking email
dan penyadapan telepon kepada Kepolisian RI. Pembajakan ini diduga
dilakukan sekelompok pihak denga maksud mencuri data perusahaan. Bakrie
pun meradang.
Christopher Fong, Senior Vice President Bakrie Group, menjelaskan, pihaknya telah memperoleh fakta tentang adanya tindakan curang dan secara nyata melawan hukum oleh pihak-pihak tertentu. Atas temuannya ini, Bakrie mengaku terkejut.
Tujuan pencurian data dan informasi ini, menurut Fong, digunakan untuk memenangkan kompetisi secara tidak jujur dan ilegal. Sayangnya Fong tidak menjelaskan kompetisi apa yang dimaksud tersebut.
"Kami memperoleh fakta adanya perbuatan curang yang dilakukan secara melawan hukum oleh pihak-pihak tertentu dengan cara melakukan hacking terhadap email manajemen dalam lingkungan Grup Bakrie untuk mencuri data termasuk melakukan penyadapan telepon," ucap Chris dalam keterangan tertulis, Kamis (11/10/2012).
Tindakan pelaporan ke Kepolisian ini diharapkan dapat ditindaklanjuti. "Dengan mengusut tuntas perbuatan melawan hukum tersebut, menemukan pelakunya dan menghukum pelakunya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Grup Bakrie mengharapkan masyarakat bisa mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi," ucapnya.
Christopher Fong, Senior Vice President Bakrie Group, menjelaskan, pihaknya telah memperoleh fakta tentang adanya tindakan curang dan secara nyata melawan hukum oleh pihak-pihak tertentu. Atas temuannya ini, Bakrie mengaku terkejut.
Tujuan pencurian data dan informasi ini, menurut Fong, digunakan untuk memenangkan kompetisi secara tidak jujur dan ilegal. Sayangnya Fong tidak menjelaskan kompetisi apa yang dimaksud tersebut.
"Kami memperoleh fakta adanya perbuatan curang yang dilakukan secara melawan hukum oleh pihak-pihak tertentu dengan cara melakukan hacking terhadap email manajemen dalam lingkungan Grup Bakrie untuk mencuri data termasuk melakukan penyadapan telepon," ucap Chris dalam keterangan tertulis, Kamis (11/10/2012).
Tindakan pelaporan ke Kepolisian ini diharapkan dapat ditindaklanjuti. "Dengan mengusut tuntas perbuatan melawan hukum tersebut, menemukan pelakunya dan menghukum pelakunya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Grup Bakrie mengharapkan masyarakat bisa mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi," ucapnya.
Wow, 4 Tiang Utama Jembatan Selat Sunda Setinggi Menara Eiffel
Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) diperkirakan akan rampung pada
2020. Sebagai gambaran mega proyek tersebut, 4 tiang utama JSS akan
setinggi Menara Eiffel di Paris yang mencapai 325 meter.
Seperti diungkapkan Konsultan Jembatan Selat Sunda, Wiratman Wangsadinata, tingginya tiang-tiang utama JSS nanti akan mencapai 325 meter atau 1.063 kaki.
"Tingginya nanti JSS akan mencapai 325 meter, tingginya seperti tinggi Menara Eiffel di Paris," ungkap Wiratman dalam diskusi panes JSS di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (11/10/2012).
Menara Eiffel merupakan sebuah menara besi yang dibangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Bahkan kata Wiratman, jika dibandingkan dengan Menara Monumen Nasional (Monas) di Jakarta tingginya hanya setengahnya saja.
"Apalagi dibandingkan dengan Monas, tinggi monas hanya setengahnya saja dari tinggi tiang Jembatan JSS nanti," ucapnya.
Bahkan jika JSS selesai kapal persiar tertinggi saat ini Oasis Of The Seas yang mencapai 70 meter lebih masih bisa lewat dengan mulus dibawah JSS.
"Tinggi dasar Jembatan JSS dari atas permukaan laut mencapai 80 meter, jadi masih bisa dilewati kapal pesiar terbesar di dunia yakni Oasis Of The Seas yang mencapai 70 meter lebih," tandas Wiratman.
Seperti diungkapkan Konsultan Jembatan Selat Sunda, Wiratman Wangsadinata, tingginya tiang-tiang utama JSS nanti akan mencapai 325 meter atau 1.063 kaki.
"Tingginya nanti JSS akan mencapai 325 meter, tingginya seperti tinggi Menara Eiffel di Paris," ungkap Wiratman dalam diskusi panes JSS di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (11/10/2012).
Menara Eiffel merupakan sebuah menara besi yang dibangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Bahkan kata Wiratman, jika dibandingkan dengan Menara Monumen Nasional (Monas) di Jakarta tingginya hanya setengahnya saja.
"Apalagi dibandingkan dengan Monas, tinggi monas hanya setengahnya saja dari tinggi tiang Jembatan JSS nanti," ucapnya.
Bahkan jika JSS selesai kapal persiar tertinggi saat ini Oasis Of The Seas yang mencapai 70 meter lebih masih bisa lewat dengan mulus dibawah JSS.
"Tinggi dasar Jembatan JSS dari atas permukaan laut mencapai 80 meter, jadi masih bisa dilewati kapal pesiar terbesar di dunia yakni Oasis Of The Seas yang mencapai 70 meter lebih," tandas Wiratman.
BI Rate Masih Nangkring di 5,75%
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada tanggal 11 Oktober
2012 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%. Tingkat suku
bunga tersebut dipandang masih konsisten dengan tekanan inflasi yang
rendah dan terkendali sesuai dengan sasaran inflasi tahun 2012 dan 2013,
yaitu 4,5% ± 1%.
"Fokus kebijakan tetap diarahkan untuk menjaga keseimbangan eksternal dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. Rapat Dewan Gubernur memandang bahwa berbagai kebijakan yang dilakukan sebelumnya telah mendorong penurunan defisit transaksi berjalan," ungkap Gubernur BI, Darmin Nasution dalam konferensi persnya, Kamis (11/10/2012).
Sementara itu, perekonomian domestik masih tumbuh cukup baik meskipun tidak setinggi prakiraan sebelumnya akibat berlanjutnya pelemahan perekonomian global. Ke depan, Darmin mengatakan BI akan terus mengevaluasi dampak dari kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan dan apabila diperlukan akan mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan sesuai dengan dinamika perekonomian.
"Bank Indonesia juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dalam mengelola permintaan domestik dan perbaikan neraca pembayaran agar tetap sejalan dengan upaya menjaga kestabilan ekonomi makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional," terangnya.
"Fokus kebijakan tetap diarahkan untuk menjaga keseimbangan eksternal dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. Rapat Dewan Gubernur memandang bahwa berbagai kebijakan yang dilakukan sebelumnya telah mendorong penurunan defisit transaksi berjalan," ungkap Gubernur BI, Darmin Nasution dalam konferensi persnya, Kamis (11/10/2012).
Sementara itu, perekonomian domestik masih tumbuh cukup baik meskipun tidak setinggi prakiraan sebelumnya akibat berlanjutnya pelemahan perekonomian global. Ke depan, Darmin mengatakan BI akan terus mengevaluasi dampak dari kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan dan apabila diperlukan akan mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan sesuai dengan dinamika perekonomian.
"Bank Indonesia juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dalam mengelola permintaan domestik dan perbaikan neraca pembayaran agar tetap sejalan dengan upaya menjaga kestabilan ekonomi makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional," terangnya.
Kena Bajak, Grup Bakrie Telah Kantongi Nama Sang Hacker
Hacking terhadap email manajemen dalam lingkungan Grup Bakrie
telah dilaporkan ke Kepolisian. Kelompok usaha bisnis besar di Indonesia
ini pun mengaku telah mencurigai beberapa nama pelaku.
"Beberapa nama yang kami curigai juga sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian," jelas Christopher Fong, Senior Vice President Bakrie Group, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10/2012).
Menurutnya, tindakan ini jelas melawan hukum. Terlebih penyadapan diduga bertujuan untuk mencuri data perusahaan. Atas temuan ini, Bakrie mengaku sudah melapor ke pihak berwajib. Namun ia tidak menyebutkan instansi kepolisian mana yang dimaksud.
Ia menambahkan, selama 70 tahun melakukan kegiatan usaha, perusahaan telah berhububugan dengan ratusan rekanan. Namun aksi penyadapan, baru pertama kali dialami.
"Baru pertama hal ini terjadi, dengan meninggalkan jejak yang hampir kasat mata. Ini mengagetkan dan memalukan. Tapi kami menyerahkan sepenuhnya kepada yang berwenang," tuturnya.
"Yang lebih penting adalah supaya masyarakat dan perusahaan nasional berhati-hati, karena semakin bagus kondisi perekonomian Indonesia, semakin tinggi risiko hal-hal seperti ini terjadi," tegas Chris.
"Beberapa nama yang kami curigai juga sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian," jelas Christopher Fong, Senior Vice President Bakrie Group, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10/2012).
Menurutnya, tindakan ini jelas melawan hukum. Terlebih penyadapan diduga bertujuan untuk mencuri data perusahaan. Atas temuan ini, Bakrie mengaku sudah melapor ke pihak berwajib. Namun ia tidak menyebutkan instansi kepolisian mana yang dimaksud.
Ia menambahkan, selama 70 tahun melakukan kegiatan usaha, perusahaan telah berhububugan dengan ratusan rekanan. Namun aksi penyadapan, baru pertama kali dialami.
"Baru pertama hal ini terjadi, dengan meninggalkan jejak yang hampir kasat mata. Ini mengagetkan dan memalukan. Tapi kami menyerahkan sepenuhnya kepada yang berwenang," tuturnya.
"Yang lebih penting adalah supaya masyarakat dan perusahaan nasional berhati-hati, karena semakin bagus kondisi perekonomian Indonesia, semakin tinggi risiko hal-hal seperti ini terjadi," tegas Chris.
BI: Perekonomian Global Dibayangi Ketidakpastian
Bank Indonesia (BI) mencermati perekonomian global cenderung tumbuh
lebih lambat dari perkiraan dan masih dibayangi dengan ketidakpastian.
Pemulihan ekonomi AS masih rentan, sementara ekonomi Eropa masih
mengalami kontraksi seiring krisis yang masih berlanjut.
Demikian disampaikan Gubernur BI Darmin Nasution dalam konferensi persnya di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
"Di sisi lain, perekonomian China dan India juga diprakirakan semakin menurun. Inflasi global secara umum juga relatif moderat, sejalan dengan harga komoditas dunia yang masih cenderung turun," tutur Darmin.
"Kondisi tersebut mendorong otoritas di berbagai negara untuk menempuh kebijakan yang lebih longgar untuk mendorong pemulihan ekonomi. Langkah ini telah menimbulkan sentimen positif di pasar keuangan global, termasuk arus modal asing ke negara-negara emerging," imbuh Mantan Dirjen Pajak ini.
Dewan Gubernur menilai perekonomian domestik masih tumbuh cukup baik walaupun tidak setinggi prakiraan semula. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2012 diprakirakan sebesar 6,3%, lebih rendah dari prakiraan sebelumnya akibat penurunan kinerja sektor eksternal.
Meskipun konsumsi dan investasi yang berorientasi permintaan domestik tetap tumbuh tinggi, penurunan ekspor telah berdampak pada penurunan produksi dan investasi yang berorientasi ekspor. Ke depan, pertumbuhan ekonomi masih akan ditopang oleh permintaan domestik yang cukup kuat dan potensi membaiknya ekspor meskipun masih dibayangi oleh ketidakpastian perekonomian global.
"Hal tersebut juga didukung oleh masih cukup kuatnya sumber pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan Jawa. Dengan perkembangan tersebut, ekonomi Indonesia untuk keseluruhan tahun 2012 dan 2013 masing-masing diprakirakan tumbuh pada kisaran 6,1%-6,5% dan 6,3%-6,7%," tegas Darmin.
Dari sisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III-2012 diprakirakan mengalami surplus, didukung oleh membaiknya transaksi berjalan dan lebih besarnya surplus pada transaksi modal dan finansial.
Defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2012 diperkirakan lebih rendah dibandingkan triwulan II-2012. Hal itu terindikasi dari neraca perdagangan pada bulan Agustus 2012 yang tercatat mengalami surplus.
Di sisi lain, surplus transaksi modal dan finansial diprakirakan meningkat seiring dengan aliran masuk modal portofolio yang cukup besar dan aliran masuk investasi langsung (FDI) yang tetap tinggi.
"Dengan perkembangan tersebut, jumlah cadangan devisa pada akhir September 2012 meningkat dibandingkan posisi akhir bulan sebelumnya, yaitu mencapai US$ 110,2 miliar atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah," tutup Darmin.
Demikian disampaikan Gubernur BI Darmin Nasution dalam konferensi persnya di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
"Di sisi lain, perekonomian China dan India juga diprakirakan semakin menurun. Inflasi global secara umum juga relatif moderat, sejalan dengan harga komoditas dunia yang masih cenderung turun," tutur Darmin.
"Kondisi tersebut mendorong otoritas di berbagai negara untuk menempuh kebijakan yang lebih longgar untuk mendorong pemulihan ekonomi. Langkah ini telah menimbulkan sentimen positif di pasar keuangan global, termasuk arus modal asing ke negara-negara emerging," imbuh Mantan Dirjen Pajak ini.
Dewan Gubernur menilai perekonomian domestik masih tumbuh cukup baik walaupun tidak setinggi prakiraan semula. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2012 diprakirakan sebesar 6,3%, lebih rendah dari prakiraan sebelumnya akibat penurunan kinerja sektor eksternal.
Meskipun konsumsi dan investasi yang berorientasi permintaan domestik tetap tumbuh tinggi, penurunan ekspor telah berdampak pada penurunan produksi dan investasi yang berorientasi ekspor. Ke depan, pertumbuhan ekonomi masih akan ditopang oleh permintaan domestik yang cukup kuat dan potensi membaiknya ekspor meskipun masih dibayangi oleh ketidakpastian perekonomian global.
"Hal tersebut juga didukung oleh masih cukup kuatnya sumber pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan Jawa. Dengan perkembangan tersebut, ekonomi Indonesia untuk keseluruhan tahun 2012 dan 2013 masing-masing diprakirakan tumbuh pada kisaran 6,1%-6,5% dan 6,3%-6,7%," tegas Darmin.
Dari sisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III-2012 diprakirakan mengalami surplus, didukung oleh membaiknya transaksi berjalan dan lebih besarnya surplus pada transaksi modal dan finansial.
Defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2012 diperkirakan lebih rendah dibandingkan triwulan II-2012. Hal itu terindikasi dari neraca perdagangan pada bulan Agustus 2012 yang tercatat mengalami surplus.
Di sisi lain, surplus transaksi modal dan finansial diprakirakan meningkat seiring dengan aliran masuk modal portofolio yang cukup besar dan aliran masuk investasi langsung (FDI) yang tetap tinggi.
"Dengan perkembangan tersebut, jumlah cadangan devisa pada akhir September 2012 meningkat dibandingkan posisi akhir bulan sebelumnya, yaitu mencapai US$ 110,2 miliar atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah," tutup Darmin.
Pegadaian Berharap 'Disuntik' Rp 2 Triliun oleh Pemerintah
PT Pegadaian (Persero) sedang mengalami pertumbuhan yang pesat. Untuk
mendukung pertumbuhan tersebut, perseroan membutuhkan tambahan modal
senilai Rp 2 triliun.
Dirut Pegadaian Suwhono berharap, Pegadaian bisa memperoleh kucuran dana segar dari pemerintah dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) pada 2013.
"PMN sekitar Rp 2 triliun yang kami butuhkan. Sesuai dengan perkembangan usaha Pegadaian. Bukan karena Pegadaian kekurangan modal, ini karena pegadaian lagi going," kata Suwhono di Yogyakarta, Kamis (11/10/2012).
Suwhono beralasan, suntikan dana Rp 2 triliun tersebut akan digunakan untuk mendukung aksi perseroan dan perluasan lini usaha.
"Tujuannya untuk pengembangan usaha Pegadaian," pungkasnya.
Dirut Pegadaian Suwhono berharap, Pegadaian bisa memperoleh kucuran dana segar dari pemerintah dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) pada 2013.
"PMN sekitar Rp 2 triliun yang kami butuhkan. Sesuai dengan perkembangan usaha Pegadaian. Bukan karena Pegadaian kekurangan modal, ini karena pegadaian lagi going," kata Suwhono di Yogyakarta, Kamis (11/10/2012).
Suwhono beralasan, suntikan dana Rp 2 triliun tersebut akan digunakan untuk mendukung aksi perseroan dan perluasan lini usaha.
"Tujuannya untuk pengembangan usaha Pegadaian," pungkasnya.
20% Karyawan Jasa Marga Berstatus Outsourcing
Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Adityawarman mengakui pihaknya masih menggunakan jasa tenaga kerja alih daya atau outsourcing. Pegawai alih daya mencapai 20% dari total karyawan BUMN operator jalan tol ini.
Namun, saat pemerintah mengeluarkan aturan ketengakerjaan outsourcing terbaru, Jasa Marga akan mengikuti."Kita akan mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh Menteri Tenaga Kerja. Kita dikasih kesampatan satu tahun untuk masa transisi," papar Adit di Yogyakarta, Kamis (11/10/2012).
Jenis pekerjaan yang menggunakan jasa outsourcing di Jasa Marga diantaranya petugas keamanan atau satpam dan petugas pengumpul kartu tol (toll collector). Presentase pegawai non tetap di perusahaan pengelola jalan tol plat merah ini, lanjut Adit, relatif kecil.
"Kecil banget, paling 20%," tambahnya.
Saat dimintai tanggapannya terkait rencana penghilangan sistem kerja outsourcing pada tubuh Jasa Marga. Adit tampak ragu menjawabnya. "Kita lagi pelajari dulu," pungkasnya.
Seperti diketahui Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak pemerintah untuk segera memberantas habis mafia outsourcing. Outsourcing dipandang sebagai sistem perbudakan ketenagakerjaan di era moderen saat ini.
Sekjen KSPI, Muhammad Rusdi mencontohkan, sebuah perusahaan besar sekelas Jasa Marga pun bermain mata dengan perusahaan outsourcing. Permainan ini memberikan keuntungan yang tidak sedikit bagi mereka yang bermain, yaitu direksi dan perusahaan outsourcing.
"Seharusnya gaji yang diterima karyawan Jasa Marga itu Rp 2,8 juta per bulan, tetapi mereka hanya dapatkan Rp 1,6 juta per bulan. Jelas ada permainan mafia alias direksi dengan outsourcing Jasa Marga, berantas habis, mereka untung per bulan Rp 7 miliar," sebut Rusdi.
Namun, saat pemerintah mengeluarkan aturan ketengakerjaan outsourcing terbaru, Jasa Marga akan mengikuti."Kita akan mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh Menteri Tenaga Kerja. Kita dikasih kesampatan satu tahun untuk masa transisi," papar Adit di Yogyakarta, Kamis (11/10/2012).
Jenis pekerjaan yang menggunakan jasa outsourcing di Jasa Marga diantaranya petugas keamanan atau satpam dan petugas pengumpul kartu tol (toll collector). Presentase pegawai non tetap di perusahaan pengelola jalan tol plat merah ini, lanjut Adit, relatif kecil.
"Kecil banget, paling 20%," tambahnya.
Saat dimintai tanggapannya terkait rencana penghilangan sistem kerja outsourcing pada tubuh Jasa Marga. Adit tampak ragu menjawabnya. "Kita lagi pelajari dulu," pungkasnya.
Seperti diketahui Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak pemerintah untuk segera memberantas habis mafia outsourcing. Outsourcing dipandang sebagai sistem perbudakan ketenagakerjaan di era moderen saat ini.
Sekjen KSPI, Muhammad Rusdi mencontohkan, sebuah perusahaan besar sekelas Jasa Marga pun bermain mata dengan perusahaan outsourcing. Permainan ini memberikan keuntungan yang tidak sedikit bagi mereka yang bermain, yaitu direksi dan perusahaan outsourcing.
"Seharusnya gaji yang diterima karyawan Jasa Marga itu Rp 2,8 juta per bulan, tetapi mereka hanya dapatkan Rp 1,6 juta per bulan. Jelas ada permainan mafia alias direksi dengan outsourcing Jasa Marga, berantas habis, mereka untung per bulan Rp 7 miliar," sebut Rusdi.
Apindo: Perusahaan Outsourching Harus Ditertibkan
Permasalahan outsourcing masih terus bergulir, pro dan kontra pun masih terus bermunculan. Kalangan pengusaha menginginkan perusahaan outsourcing ini ditertibkan.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sofjan Wanandi mendesak pemerintah agar menertibkan para perusahaan alih daya (outsourcing) yang nakal atau tidak memiliki izin yang benar.
Ide yang dilontarkan Sofyan bertujuan untuk kesejahteraan buruh dan juga dapat meminimalisir terjadinya demo yang belakangan ini marak terjadi.
"Supaya kita bekerja betul-betul untuk buruh yang lebih banyak, nanti mendapatkan kesempatannya, dan mendapatkan hasil dan dia tidak ditekan-tekan gajinya. Dia meneriima apa yang seharusnya," katanya.
Selain itu, Sofjan melanjutkan, penertiban dan penyelesaian masalah outsourcing diperlukan untuk menarik investasi dan membuka industri di Indonesia.
"Saya ketemu perusahaan dari AS yang mengatakan, tadinya mau investasi untuk outsouching dengan IT dan teknologinya, tapi dengan begini akhrinya nggak jadi lagi lah.
"Seperti kemarin, saya mendapatkan industri permobilan, bagaimana? Yang bikin jok itu semua usaha-usaha kecil. Dia bilang, kalau nggak boleh outsourcing ya kita bikin perusahaan gede bikin jok ini, ya matilah industri kecil ini," jelasnya.
"Jadi semua salah kaprah memaknai outsourcing ini," cetusnya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sofjan Wanandi mendesak pemerintah agar menertibkan para perusahaan alih daya (outsourcing) yang nakal atau tidak memiliki izin yang benar.
Ide yang dilontarkan Sofyan bertujuan untuk kesejahteraan buruh dan juga dapat meminimalisir terjadinya demo yang belakangan ini marak terjadi.
"Supaya kita bekerja betul-betul untuk buruh yang lebih banyak, nanti mendapatkan kesempatannya, dan mendapatkan hasil dan dia tidak ditekan-tekan gajinya. Dia meneriima apa yang seharusnya," katanya.
Selain itu, Sofjan melanjutkan, penertiban dan penyelesaian masalah outsourcing diperlukan untuk menarik investasi dan membuka industri di Indonesia.
"Saya ketemu perusahaan dari AS yang mengatakan, tadinya mau investasi untuk outsouching dengan IT dan teknologinya, tapi dengan begini akhrinya nggak jadi lagi lah.
"Seperti kemarin, saya mendapatkan industri permobilan, bagaimana? Yang bikin jok itu semua usaha-usaha kecil. Dia bilang, kalau nggak boleh outsourcing ya kita bikin perusahaan gede bikin jok ini, ya matilah industri kecil ini," jelasnya.
"Jadi semua salah kaprah memaknai outsourcing ini," cetusnya.
Saturday, 6 October 2012
Orang Terkaya RI Labil, Bela Bakrie atau Rothschild
Samin Tan, partner lokal grup Bakrie dalam kepemilikannya di perusahaan
investasi asal Inggris Bumi Plc, tengah labil. Niat Samin Tan, atas
permintaan Rothschild, untuk melakukan audit investigasi ke PT Bumi
Resources Tbk (BUMI) ternyata berdampak luas. Nilai aset investasi Samin
Tan melalui PT Borneo Lumbung Energy Tbk (BORN) juga merosot.
Kejatuhan saham Bumi Plc otomatis menjatuhkan nilai aset BORN menjadi US$ 140 juta dari sebelumnya US$ 1 miliar. Hal ini semakin dilematis karena investasi US$ 1 miliar BORN di Bumi Plc didapat dari hasil utangan dari Standard Chartered Bank. Kini nilai saham Bumi Plc hasil pembelian Samin Tan tersisa US 1,3 pound dari sebelumnya US 10,9 pound.
"Samin Tan tidak memperhitungkan kekuatan grup Bakrie. Kini ia makn terpojok dan bingung," kata sumber detikFinance yang ada di lingkaran Bakrie, Senin (1/10/2012).
Kabar terakhir, Samin Tan mencoba mendekat kembali ke partner lamanya tersebut. Samin Tan mencoba berkomunikasi dengan Nirwan Bakrie namun belum diketahui hasil pembicaraan antara executive tersebut.
Persetujuan audit investigasi di BUMI oleh Samin Tan, yang mulai tersiar awal pekan lalu, ternyata membuat grup Bakrie marah. Bahkan Ari Hudaya, Presiden Direktur BUMI menyatakan mundur dari jajaran direksi Bumi Plc, meski dalam keterangan resminya tidak menyebut alasan ini.
Kini kunci pertarungan ada di tangan Samin Tan. Jika ia memilih kembali setia bermitra kepada Bakrie, maka Nathanael Rothschild harus menghadapi kekuatan dua pengusaha tambang batu bara terbesar di Indonesia ini.
Pertarungan Rothschild dengan Bakrie memang bukan pertama kali terjadi. Perselisihan awal terjadi diantara keduanya di awal 2012. Ujungnya Bakrie memenangkan perterungan ronde awal dan Rothschild ditendang dari Co-Chairman Bumi Plc.
Ronde kedua pertarungan pun dimulai. Rothschild yang menguasai 12% saham Bumi Plc kini berniat mengusai aset batubara milik Bakrie dengan mengajak koalisi Samin Tan. Cara yang ditempuh Rothschild adalah menurunkan harga saham perusahaan dan menahan kucuran dana segar yang sudah disiapkan atau yang sering disebut hostile takeover.
Usai harga berada di level rendah, Rothschild akan membeli saham Bumi Plc di pasar sekunder dengan menggunakan nominee bayangan. Jadi, siapakah yang memenangi pertarungan ronde dua ini?
Kejatuhan saham Bumi Plc otomatis menjatuhkan nilai aset BORN menjadi US$ 140 juta dari sebelumnya US$ 1 miliar. Hal ini semakin dilematis karena investasi US$ 1 miliar BORN di Bumi Plc didapat dari hasil utangan dari Standard Chartered Bank. Kini nilai saham Bumi Plc hasil pembelian Samin Tan tersisa US 1,3 pound dari sebelumnya US 10,9 pound.
"Samin Tan tidak memperhitungkan kekuatan grup Bakrie. Kini ia makn terpojok dan bingung," kata sumber detikFinance yang ada di lingkaran Bakrie, Senin (1/10/2012).
Kabar terakhir, Samin Tan mencoba mendekat kembali ke partner lamanya tersebut. Samin Tan mencoba berkomunikasi dengan Nirwan Bakrie namun belum diketahui hasil pembicaraan antara executive tersebut.
Persetujuan audit investigasi di BUMI oleh Samin Tan, yang mulai tersiar awal pekan lalu, ternyata membuat grup Bakrie marah. Bahkan Ari Hudaya, Presiden Direktur BUMI menyatakan mundur dari jajaran direksi Bumi Plc, meski dalam keterangan resminya tidak menyebut alasan ini.
Kini kunci pertarungan ada di tangan Samin Tan. Jika ia memilih kembali setia bermitra kepada Bakrie, maka Nathanael Rothschild harus menghadapi kekuatan dua pengusaha tambang batu bara terbesar di Indonesia ini.
Pertarungan Rothschild dengan Bakrie memang bukan pertama kali terjadi. Perselisihan awal terjadi diantara keduanya di awal 2012. Ujungnya Bakrie memenangkan perterungan ronde awal dan Rothschild ditendang dari Co-Chairman Bumi Plc.
Ronde kedua pertarungan pun dimulai. Rothschild yang menguasai 12% saham Bumi Plc kini berniat mengusai aset batubara milik Bakrie dengan mengajak koalisi Samin Tan. Cara yang ditempuh Rothschild adalah menurunkan harga saham perusahaan dan menahan kucuran dana segar yang sudah disiapkan atau yang sering disebut hostile takeover.
Usai harga berada di level rendah, Rothschild akan membeli saham Bumi Plc di pasar sekunder dengan menggunakan nominee bayangan. Jadi, siapakah yang memenangi pertarungan ronde dua ini?
TNI: Semua Tahu Pencurian Minyak Tapi Semua Tutup Mata
Pencurian minyak mentah yang marak terjadi di Tempino-Plaju khususnya di
Kabupeten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) sudah jadi rahasia
umum. Bahkan dilakukan berjamaah, namun tindakan hukum terhadap praktik
ilegal ini masih minim.
Bahkan kejadian ledakan tempat penampungan minyak hasil curian yang menewaskan 5 orang, kemarin di Musi Banyuasin lokasinya dipinggir jalan. Pihak kepolisian megaku tidak ada laporan sama sekali.
"Pada umumnya semua orang disini sudah mengetahui adanya pencurian minyak, tapi semuanya pura-pura tutup mata," kata Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI, Nugroho Widyotomo kepada detikFinance seperti dikutip Jumat (5/10/2012).
Menurut Nugroho, untuk itu harus ada perbaikan pengamanan yang melibatkan semua pihak. "Jadi harus ada perbaikan pengamanan, tidak bisa hanya dari kepolisian dan TNI saja, Pertamina, Elnusa dan masyarakat juga," ucapnya.
Bahkan kata Nugroho, jika pemerintah meminta kepada pihaknya untuk ikut juga menindak dan mengamankan pipa-pipa minyak mentah tersebut, pihaknya siap.
"Ini memang di luar tugas pokok kami sebagai prajurit, tapi kalau diminta kami siap untuk mengamankan pipa-pipa minyak ini dari aksi pencurian," tegasnya.
Namun Nugroho tidak bisa memastikan apa ada aparat yang membekingi aksi-aksi pencurian minyak tersebut yang katanya sudah berlangsung lama.
"Kalau menduga ada aparat dibalik pencurian ini boleh saja, tapi pembuktiannya ada dari Kepolisian, saya tidak mengikutinya, polisi yang paling tahu ada atau tidaknya aparat yang bermain atau sudah ada yang ditindak atau belum," tandasnya.
Bahkan kejadian ledakan tempat penampungan minyak hasil curian yang menewaskan 5 orang, kemarin di Musi Banyuasin lokasinya dipinggir jalan. Pihak kepolisian megaku tidak ada laporan sama sekali.
"Pada umumnya semua orang disini sudah mengetahui adanya pencurian minyak, tapi semuanya pura-pura tutup mata," kata Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI, Nugroho Widyotomo kepada detikFinance seperti dikutip Jumat (5/10/2012).
Menurut Nugroho, untuk itu harus ada perbaikan pengamanan yang melibatkan semua pihak. "Jadi harus ada perbaikan pengamanan, tidak bisa hanya dari kepolisian dan TNI saja, Pertamina, Elnusa dan masyarakat juga," ucapnya.
Bahkan kata Nugroho, jika pemerintah meminta kepada pihaknya untuk ikut juga menindak dan mengamankan pipa-pipa minyak mentah tersebut, pihaknya siap.
"Ini memang di luar tugas pokok kami sebagai prajurit, tapi kalau diminta kami siap untuk mengamankan pipa-pipa minyak ini dari aksi pencurian," tegasnya.
Namun Nugroho tidak bisa memastikan apa ada aparat yang membekingi aksi-aksi pencurian minyak tersebut yang katanya sudah berlangsung lama.
"Kalau menduga ada aparat dibalik pencurian ini boleh saja, tapi pembuktiannya ada dari Kepolisian, saya tidak mengikutinya, polisi yang paling tahu ada atau tidaknya aparat yang bermain atau sudah ada yang ditindak atau belum," tandasnya.
Agus Marto Senang Anggaran Infrastruktur Tahun Depan Rp 200 Triliun
Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo senang anggaran untuk
infrastruktur pada tahun depan bisa melebihi Rp 200 triliun. Jumlah
tersebut meningkat signifikan dari anggaran infrastruktur tahun ini yang
hanya sebesar Rp 169 triliun.
"Saya agak seneng karena sekarang ini anggaran infrastruktur 2013 kelihatannya bisa Rp 210 triliun, jadi di 2012 di sekitar Rp 169 triliun," kata Agus Marto ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Jumlah tersebut, lanjut Agus Marto, dapat bertambah dengan adanya kontribusi dari pihak swasta dan BUMN. "Nanti ditambah BUMN swasta, akan bisa lebih baik," ujarnya.
Agus Marto menambahkan anggaran tersebut sudah disetujui pihak DPR-RI. "Sudah disetujui DPR, tentu sudah mesti disetujui di raker," tandasnya.
"Saya agak seneng karena sekarang ini anggaran infrastruktur 2013 kelihatannya bisa Rp 210 triliun, jadi di 2012 di sekitar Rp 169 triliun," kata Agus Marto ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Jumlah tersebut, lanjut Agus Marto, dapat bertambah dengan adanya kontribusi dari pihak swasta dan BUMN. "Nanti ditambah BUMN swasta, akan bisa lebih baik," ujarnya.
Agus Marto menambahkan anggaran tersebut sudah disetujui pihak DPR-RI. "Sudah disetujui DPR, tentu sudah mesti disetujui di raker," tandasnya.
Air Minum Galon Langka, Harganya Melonjak Hingga Rp 16.000
Kelangkaan air kemasan galon di Jabodetabek dikeluhkan banyak kalangan,
mulai dari agen, pengecer hingga ke konsumen. Kelangkaan ini membuat
harga produk tersebut melonjak jadi Rp 15.000-16.000 dari harga normal
Rp 12.500/galon.
Seorang konsumen air kemasan galon, Dudy mengeluhkan langkanya air kemasan galon di daerah tempat tinggalnya di Depok Beji. Ia mengaku harus menempuh jarak yang cukup jauh hanya untuk mendapatkan produk ini, dan itupun menurutnya belum tentu dapat.
"Saya cari sampai ke agen-agen kosong, ke mini market Alfa, Indomaret kosong juga. Sampai saya harus ke UI Depok pun nggak ada, semua bilang nggak ada mas, belum dikirim," ungkap Dudy kepada detikFinance, Jumat (5/10/12).
Pria yang sudah satu tahun lebih mengkonsumsi air kemasan galon ini mengatakan, hanya sesekali dia bisa mendapatkan air kemasan galon ini. Namun dengan harga yang lebih mahal.
"Susah, saya pikir ini pasti ada permainan, eh ternyata bener. Tadinya harganya Rp 12.500 kemarin dapet harganya sampai Rp 15-16 ribu," keluh Dudy.
Dengan kondisi seperti ini, Dudy terpaksa harus mengkonsumsi air kemasan galon isi ulang yang lebih murah. Namun menurutnya itupun karena faktor keterpaksaan.
"Asalnya nggak pernah, cuma baru-baru ini aja karena susah, walaupun takut itu bersih apa nggak. Mau nggak mau, daripada nggak minum," katanya.
Secara terpisah, seorang konsumen air kemasan galon Hatta pun mengeluhkan hal yang senada. Di tempat tinggalnya di Bekasi, kelangkaan air kemasan galin ini sudah dirasakan.
"Di Bekasi juga langka, saya pesan dari kemarin-kemarin, udah 1 minggu nggak ada yang kirim-kirim," katanya.
Sementara itu seorang pengusaha air minum kemasan galon isi ulang, Yanti, karena sampai sekarang omzet penjualannya tidak mengalami perubahan.
"Nggak ada perubahan walaupun air aqua galon lagi langka," ungkap Yanti saat ditemui detikFinance di tempat usahanya di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Seorang konsumen air kemasan galon, Dudy mengeluhkan langkanya air kemasan galon di daerah tempat tinggalnya di Depok Beji. Ia mengaku harus menempuh jarak yang cukup jauh hanya untuk mendapatkan produk ini, dan itupun menurutnya belum tentu dapat.
"Saya cari sampai ke agen-agen kosong, ke mini market Alfa, Indomaret kosong juga. Sampai saya harus ke UI Depok pun nggak ada, semua bilang nggak ada mas, belum dikirim," ungkap Dudy kepada detikFinance, Jumat (5/10/12).
Pria yang sudah satu tahun lebih mengkonsumsi air kemasan galon ini mengatakan, hanya sesekali dia bisa mendapatkan air kemasan galon ini. Namun dengan harga yang lebih mahal.
"Susah, saya pikir ini pasti ada permainan, eh ternyata bener. Tadinya harganya Rp 12.500 kemarin dapet harganya sampai Rp 15-16 ribu," keluh Dudy.
Dengan kondisi seperti ini, Dudy terpaksa harus mengkonsumsi air kemasan galon isi ulang yang lebih murah. Namun menurutnya itupun karena faktor keterpaksaan.
"Asalnya nggak pernah, cuma baru-baru ini aja karena susah, walaupun takut itu bersih apa nggak. Mau nggak mau, daripada nggak minum," katanya.
Secara terpisah, seorang konsumen air kemasan galon Hatta pun mengeluhkan hal yang senada. Di tempat tinggalnya di Bekasi, kelangkaan air kemasan galin ini sudah dirasakan.
"Di Bekasi juga langka, saya pesan dari kemarin-kemarin, udah 1 minggu nggak ada yang kirim-kirim," katanya.
Sementara itu seorang pengusaha air minum kemasan galon isi ulang, Yanti, karena sampai sekarang omzet penjualannya tidak mengalami perubahan.
"Nggak ada perubahan walaupun air aqua galon lagi langka," ungkap Yanti saat ditemui detikFinance di tempat usahanya di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Perbanas: Kasus Antaboga Bukan Tanggung Jawab LPS
Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional Sigit Pramono
mengungkapkan kerugian nasabah reksadana Antaboga sudah seharusnya
menjadi tanggungjawab pemilik lama Bank Mutiara (eks Bank Century).
Sigit menilai hal tersebut bukan urusan manajemen maupun pemilik Bank
Mutiara sekarang yaitu pemerintah dalam hal ini Lembaga Penjamin
Simpanan (LPS).
"Itu tanggungjawab individu pemilik lama yang melakukannya, itu yang harus dikejar," kata Sigit dalam penjelasannya seperti dikutip detikFinance, Jumat (5/10/2012).
Sigit mempertanyakan putusan Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu yang telah menerbitkan salinan putusan yang mengabulkan gugatan 27 nasabah Bank Mutiara cabang Surakarta yang meminta bank tersebut mengganti rugi sebesar Rp 35,44 miliar dalam kasus reksadana bodong PT Antaboga Delta Sekuritas.
Dijelaskan Sigit, keputusan MA itu harus dikaji kembali karena nasabah Antaboga itu telah ditipu oleh pemilik lama Bank Century yaitu Robert Tantular. Sehingga tidak tepat kalau kerugiannya dibayarkan oleh pemilik baru Bank Mutiara.
"Itukan salah pemilik Bank Century saat produk Antaboga itu dikeluarkan. Itu yang melakukan individu-individu, karena jelas dalam neraca bank itu tidak ada. Artinya mereka dari awal yang melakukan tindakan itu memang ada kesengajaan. Jadi kalau Bank Mutiara harus menanggung apalagi Bank Mutiara milik LPS berarti publik yang harus menanggung kerugian itu," katanya.
"Ini preseden yang buruk sekali menurut saya. Tidak bagus untuk perbankan Indonesia, sangat-sangat buruk. Azas keadilannya harus dilihat bukan saja bukti-bukti hukumnya saja, karena kesimpulannya kan menjadi tidak adil," katanya.
Lebih jauh Sigit mengatakan berdasarkan hukum perbankan tidak ada landasan bagi manajemen Bank Mutiara sekarang membayarkan dana ke nasabah Antaboga karena dana tersebut tidak tercatat dalam neraca Bank Mutiara ataupun Bank Century dahulu.
"Secara hukum dasarnya apa Mutiara harus bayar, kan tidak ada di bukunya. Kalaupun pengadilan mengatakan, apa dasar hukumnya untuk membayar, siapapun manajer Mutiara tidak bisa melakukan itu meskipun itu keputusan hukum," katanya.
"Itu tanggungjawab individu pemilik lama yang melakukannya, itu yang harus dikejar," kata Sigit dalam penjelasannya seperti dikutip detikFinance, Jumat (5/10/2012).
Sigit mempertanyakan putusan Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu yang telah menerbitkan salinan putusan yang mengabulkan gugatan 27 nasabah Bank Mutiara cabang Surakarta yang meminta bank tersebut mengganti rugi sebesar Rp 35,44 miliar dalam kasus reksadana bodong PT Antaboga Delta Sekuritas.
Dijelaskan Sigit, keputusan MA itu harus dikaji kembali karena nasabah Antaboga itu telah ditipu oleh pemilik lama Bank Century yaitu Robert Tantular. Sehingga tidak tepat kalau kerugiannya dibayarkan oleh pemilik baru Bank Mutiara.
"Itukan salah pemilik Bank Century saat produk Antaboga itu dikeluarkan. Itu yang melakukan individu-individu, karena jelas dalam neraca bank itu tidak ada. Artinya mereka dari awal yang melakukan tindakan itu memang ada kesengajaan. Jadi kalau Bank Mutiara harus menanggung apalagi Bank Mutiara milik LPS berarti publik yang harus menanggung kerugian itu," katanya.
"Ini preseden yang buruk sekali menurut saya. Tidak bagus untuk perbankan Indonesia, sangat-sangat buruk. Azas keadilannya harus dilihat bukan saja bukti-bukti hukumnya saja, karena kesimpulannya kan menjadi tidak adil," katanya.
Lebih jauh Sigit mengatakan berdasarkan hukum perbankan tidak ada landasan bagi manajemen Bank Mutiara sekarang membayarkan dana ke nasabah Antaboga karena dana tersebut tidak tercatat dalam neraca Bank Mutiara ataupun Bank Century dahulu.
"Secara hukum dasarnya apa Mutiara harus bayar, kan tidak ada di bukunya. Kalaupun pengadilan mengatakan, apa dasar hukumnya untuk membayar, siapapun manajer Mutiara tidak bisa melakukan itu meskipun itu keputusan hukum," katanya.
Kejar Target Dana Kelolaan, Bahana Siap Terbitkan 4 Reksa Dana
PT Bahana TCW Investment Management siap mengeluarkan empat produk reksa
dana baru hingga akhir tahun 2012. Produk-produk ini diharapkan akan
memenuhi target dana kelolaan Rp 21 triliun hingga Desember ini.
"Produk, empat yang ada siap," kata Edward Lubis, Direktur Utama PT Bahana TCW Investment Management di JCC, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Jenis investasi yang siap dikeluarkan adalah reksa dana terproteksi, pendapatan tetap. Ketiga reksa dana ini ditargetkan mendapatkan dana kelolaan Rp 100 miliar, sementara khusus satu reksa dana mampu meraih AUM Rp 200 miliar.
"Dengan target masing-masing Rp 100 miliar dan satu lagi Rp 200 miliar mudah-mudahan bisa (target AUM)," tambahnya.
Posisi dana kelolaan perseroan hingga kini tercatat Rp 18,5 triliun. Menyisakan waktu tiga bulan, Bahana harus memenuhi target Rp 21 triliun.
"Target tahun ini Rp 21 triliun, dan tahun depan targetnya Rp 23 triliun," tuturnya.
Bahana memang selama ini fokus pada nasabah institusi. Dari total AUM tercatat, investor ritel hanya mengoleksi dana kelolaan Rp 6 triliun sisanya nasabah seperti dana pensiun atau institusi keuangan lainnya.
"Kita fokus institusi, porsinya 30:70. Ke depan kita ingin porsi ritel dan institusi seimbang," paparnya.
Meski total dana kelolaan investor ritel kecil, namun jumlah akunnya jauh lebih besar. "Akun kita total kurang dari 2.000, ritelnya sekitar 1.300," tegas Edward.
Bahana hingga kini mengelola sekitar 51 reksa dana yang terdiri dari reksa dana saham, terproteksi, campuran, pendapatan tetap, indeks, dan pasar uang.
"Produk, empat yang ada siap," kata Edward Lubis, Direktur Utama PT Bahana TCW Investment Management di JCC, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Jenis investasi yang siap dikeluarkan adalah reksa dana terproteksi, pendapatan tetap. Ketiga reksa dana ini ditargetkan mendapatkan dana kelolaan Rp 100 miliar, sementara khusus satu reksa dana mampu meraih AUM Rp 200 miliar.
"Dengan target masing-masing Rp 100 miliar dan satu lagi Rp 200 miliar mudah-mudahan bisa (target AUM)," tambahnya.
Posisi dana kelolaan perseroan hingga kini tercatat Rp 18,5 triliun. Menyisakan waktu tiga bulan, Bahana harus memenuhi target Rp 21 triliun.
"Target tahun ini Rp 21 triliun, dan tahun depan targetnya Rp 23 triliun," tuturnya.
Bahana memang selama ini fokus pada nasabah institusi. Dari total AUM tercatat, investor ritel hanya mengoleksi dana kelolaan Rp 6 triliun sisanya nasabah seperti dana pensiun atau institusi keuangan lainnya.
"Kita fokus institusi, porsinya 30:70. Ke depan kita ingin porsi ritel dan institusi seimbang," paparnya.
Meski total dana kelolaan investor ritel kecil, namun jumlah akunnya jauh lebih besar. "Akun kita total kurang dari 2.000, ritelnya sekitar 1.300," tegas Edward.
Bahana hingga kini mengelola sekitar 51 reksa dana yang terdiri dari reksa dana saham, terproteksi, campuran, pendapatan tetap, indeks, dan pasar uang.
Produksi Minyak Anjlok ke 842.974 BOPD, Ini Alasan BP Migas
Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengakui
sampai saat ini produksi minyak terus turun. Produksi pada 4 Oktober
lalu tercatat hanya 842.974 Barel Oil Per Day (BOPD). Deputi
Pengendalian Operasi BP Migas, Gde Pradyana, mengatakan, produksi minyak
mentah saat ini memang sedang turun-turunnya karena banyak kendala
produksi.
Permasalahan utama turunnya produksi secara nasional tidak hanya berkurangnya hasil pada ladang minyak besar seperti Duri, Minas dan lainnya, tapi juga adanya perbaikan alat.
"Saat ini sedang ada beberapa pekerjaan dulu di lapangan yg ikut membuat produksi minyak dan gas berkurang. Antara lain, pekerjaan Turn Around (TAR) pada Train-1 Tangguh di Papua yang akan berlangsung sampai akhir bulan ini," kata Gde kepada detikFinance, Sabtu (6/10/2012).
Dikatakan Gde, pengerjaan di Train-1 Tangguh tersebut, membuat produksi gas turun sekitar 930 juta kaki kubik ber hari/mmscfd dan kondesat turun 5.000 barel.
"TAR di Train-1 Tangguh membuat produksi gas kita dari Tangguh turun sekitar 930 mmscfd dan kondensat 5000 barel. Minyak dan gas tersebut tidak hilang, tapi masih tersimpan di dalam perut bumi," ungkap Gde.
Terkait terus turunnya produksi minyak Indonesia tiap harinya, menurut Gde hal tersebut merupakan hal yang biasa terjadi. "Produksi harian akan selalu naik-turun? Nanti setelah TAR dan pekerjaan-pekerjaan di lapangan lain selesai maka produksi akan naik lagi," yakin Gde.
Permasalahan utama turunnya produksi secara nasional tidak hanya berkurangnya hasil pada ladang minyak besar seperti Duri, Minas dan lainnya, tapi juga adanya perbaikan alat.
"Saat ini sedang ada beberapa pekerjaan dulu di lapangan yg ikut membuat produksi minyak dan gas berkurang. Antara lain, pekerjaan Turn Around (TAR) pada Train-1 Tangguh di Papua yang akan berlangsung sampai akhir bulan ini," kata Gde kepada detikFinance, Sabtu (6/10/2012).
Dikatakan Gde, pengerjaan di Train-1 Tangguh tersebut, membuat produksi gas turun sekitar 930 juta kaki kubik ber hari/mmscfd dan kondesat turun 5.000 barel.
"TAR di Train-1 Tangguh membuat produksi gas kita dari Tangguh turun sekitar 930 mmscfd dan kondensat 5000 barel. Minyak dan gas tersebut tidak hilang, tapi masih tersimpan di dalam perut bumi," ungkap Gde.
Terkait terus turunnya produksi minyak Indonesia tiap harinya, menurut Gde hal tersebut merupakan hal yang biasa terjadi. "Produksi harian akan selalu naik-turun? Nanti setelah TAR dan pekerjaan-pekerjaan di lapangan lain selesai maka produksi akan naik lagi," yakin Gde.
Salurkan BBM Subsidi, Shell Cs Bakal Untung Tipis
Sebanyak tiga badan usaha diluar PT Pertamina saat ini sedang berebut
tender kuota BBM subsidi 2013 yang dikabarkan mencapai 2,4% dari kuota
46 juta KL. Padahal menjual BBM subsidi tersebut untungnya tipis bahkan
malah bisa rugi.
Seperti diungkapkan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Rudi Rubiandini, intinya keuntungan menyalurkan BBM subsidi itu untungnya tipis.
"Perusahaan yang berebut tender BBM subsidi seperti AKR (PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk), SPN (PT Surya Parna Niaga) dan Shell tahu mendistribusikan BBM subsidi itu untungnya tipis, bahkan Pertamina aja yang jumlahnya lebih banyak, ngakunya rugi tuh salurkan BBM subsidi," kata Rudi kepada detikFinance, Sabtu (6/10/2012).
Menurut Rudi, untung tipis karena BBM subsidi merupakan jenis BBM tertentu, harga sudah ditetapkan, delta keuntungannya sudah ditentukan juga. Tidak bisa lebih sementara beban kewajibannya banyak.
"Mereka yang salurkan BBM subsidi harus menyalurkan BBM subsidi hingga kepelosok daerah, wajib bangun kilang walau tidak harus di Indonesia, wajib punya penampungan, bangun infrastruktur sendiri dan tidak boleh beli minyak mentah Indonesia," ungkap Rudi.
Jadi beda, bisnis jualan BBM subsidi ini sulit untung besar. Kalau mau untung besar kata Rudi bukan jual BBM subsidi tetapi jualan seperti jualan besi, paku atau lainnya.
"Untung besar itu kalau kita bisnis jualan matrial seperti jualan paku, kalau jual 1 Kg paku kan tidak tahu berapa biji paku tiap 1 Kg-nya, jadi bisa dimainkan keuntungannya, BBM subsidi tidak bisa harganya Rp 4.500 dari Sabang sampai Papua yang harganya harus tetap Rp 4.500 per liter," ucapnya.
Untuk itu dirinya meminta, tidak perlu harus meributkan tander BBM subsidi. "Tidak perlu diributkan mau itu 0,5% dair kuota, 2,4%, bahkan seluruhnya 46 juta KL di tenderkan, tidak masalah, asal tadi syaratnya masyarakat dipelosok daerah di Indonesia bisa menikmati BBM subsidi, kalau mau silahkan," jelasnya.
Seperti diketahui, untuk tahun 2012, Kuota BBM subsidi yang ditenderkan kepada badan usaha di luar PT Pertamina sebesar 0,4% dari kuota BBM Subsidi 40 juta KL, dimana peserta tender yang menang adalah Pertronas, SPN dan AKR.
Tahun 2013 kuota BBM subsidi ditetapkan DPR sebesar 46 juta KL dan dikabarkan akan ditenderkan sebanyak 2,4% bagi badan usaha di luar Pertamina.
Seperti diungkapkan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Rudi Rubiandini, intinya keuntungan menyalurkan BBM subsidi itu untungnya tipis.
"Perusahaan yang berebut tender BBM subsidi seperti AKR (PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk), SPN (PT Surya Parna Niaga) dan Shell tahu mendistribusikan BBM subsidi itu untungnya tipis, bahkan Pertamina aja yang jumlahnya lebih banyak, ngakunya rugi tuh salurkan BBM subsidi," kata Rudi kepada detikFinance, Sabtu (6/10/2012).
Menurut Rudi, untung tipis karena BBM subsidi merupakan jenis BBM tertentu, harga sudah ditetapkan, delta keuntungannya sudah ditentukan juga. Tidak bisa lebih sementara beban kewajibannya banyak.
"Mereka yang salurkan BBM subsidi harus menyalurkan BBM subsidi hingga kepelosok daerah, wajib bangun kilang walau tidak harus di Indonesia, wajib punya penampungan, bangun infrastruktur sendiri dan tidak boleh beli minyak mentah Indonesia," ungkap Rudi.
Jadi beda, bisnis jualan BBM subsidi ini sulit untung besar. Kalau mau untung besar kata Rudi bukan jual BBM subsidi tetapi jualan seperti jualan besi, paku atau lainnya.
"Untung besar itu kalau kita bisnis jualan matrial seperti jualan paku, kalau jual 1 Kg paku kan tidak tahu berapa biji paku tiap 1 Kg-nya, jadi bisa dimainkan keuntungannya, BBM subsidi tidak bisa harganya Rp 4.500 dari Sabang sampai Papua yang harganya harus tetap Rp 4.500 per liter," ucapnya.
Untuk itu dirinya meminta, tidak perlu harus meributkan tander BBM subsidi. "Tidak perlu diributkan mau itu 0,5% dair kuota, 2,4%, bahkan seluruhnya 46 juta KL di tenderkan, tidak masalah, asal tadi syaratnya masyarakat dipelosok daerah di Indonesia bisa menikmati BBM subsidi, kalau mau silahkan," jelasnya.
Seperti diketahui, untuk tahun 2012, Kuota BBM subsidi yang ditenderkan kepada badan usaha di luar PT Pertamina sebesar 0,4% dari kuota BBM Subsidi 40 juta KL, dimana peserta tender yang menang adalah Pertronas, SPN dan AKR.
Tahun 2013 kuota BBM subsidi ditetapkan DPR sebesar 46 juta KL dan dikabarkan akan ditenderkan sebanyak 2,4% bagi badan usaha di luar Pertamina.
Citilink Buka Rute Bandung - Denpasar
Maskapai Citilink secara resmi membuka rute Bandung – Denpasar PP 2 kali
per hari. Harga tiket dibanderol mulai dari Rp 290.000 sekali jalan.
Penerbangan Denpasar - Bandung dijadwalkan pukul 11.15 dan 15.35, sedangkan penerbangan Bandung – Denpasar pukul 12.25 dan 17.05. Rute baru ini didasari potensi wisata di kedua kota yang cukup besar.
"Melihat peningkatan angka kunjungan wisata dari luar negeri dan potensi wisatawan domestik dari dan ke Kota Bandung, Citilink melihat pembukaan rute Bandung – Denpasar sebagai sebuah langkah stategis," jelas Direktur Utama Citilink, Arif Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/10/2012).
Banyak wisatawan asing yang datang ke Bandung, lalu berkeinginan untuk melanjutkan liburan mereka ke Bali.
Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, sedikitnya 15.417 wisatawan tercatat masuk melalui Bandara Husein Sastranegara sepanjang Juni 2012. Angka ini naik 22,39% dibandingkan dengan posisi Mei 2012 yang mencapai 12,597 orang.
Hal ini terjadi karena semakin banyaknya rute penerbangan langsung ke Bandung, baik dari Kuala Lumpur dan Penang, Malaysia, maupun Singapura. Data BPS mencatat, wisatawan Malaysia yang datang ke Bandung pada juni 2012 mencapai 10.852 wisatawan, disusul Singapura 2.106 orang.
"Banyak sekali para wisatawan manca negara yang sudah sampai di Bandung dan berkeinginan untuk melanjutkan liburan mereka ke Bali. Melalui rute ini Citilink berusaha untuk merambah pasar yang lebih besar dalam memberikan layanan transportasi udara bagi para wisatawan maupun pebisnis dari dan ke Kota Bandung dengan biaya yang sangat terjangkau dan dapat memberikan kenyamanan penerbangan yang baik," jelasnya.
Citilink kini melayani 85 frekuensi harian ke berbagai kota penting dan menarik di Indonesia. Kedepannya Citilink akan terus membuka rute-rute baru di beragam kota lain di Indonesia.
"Target kami hingga akhir tahun 2012 adalah mengoperasikan 137 frekuensi penerbangan setiap harinya," tandas Arif Wibowo.
Penerbangan Denpasar - Bandung dijadwalkan pukul 11.15 dan 15.35, sedangkan penerbangan Bandung – Denpasar pukul 12.25 dan 17.05. Rute baru ini didasari potensi wisata di kedua kota yang cukup besar.
"Melihat peningkatan angka kunjungan wisata dari luar negeri dan potensi wisatawan domestik dari dan ke Kota Bandung, Citilink melihat pembukaan rute Bandung – Denpasar sebagai sebuah langkah stategis," jelas Direktur Utama Citilink, Arif Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/10/2012).
Banyak wisatawan asing yang datang ke Bandung, lalu berkeinginan untuk melanjutkan liburan mereka ke Bali.
Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, sedikitnya 15.417 wisatawan tercatat masuk melalui Bandara Husein Sastranegara sepanjang Juni 2012. Angka ini naik 22,39% dibandingkan dengan posisi Mei 2012 yang mencapai 12,597 orang.
Hal ini terjadi karena semakin banyaknya rute penerbangan langsung ke Bandung, baik dari Kuala Lumpur dan Penang, Malaysia, maupun Singapura. Data BPS mencatat, wisatawan Malaysia yang datang ke Bandung pada juni 2012 mencapai 10.852 wisatawan, disusul Singapura 2.106 orang.
"Banyak sekali para wisatawan manca negara yang sudah sampai di Bandung dan berkeinginan untuk melanjutkan liburan mereka ke Bali. Melalui rute ini Citilink berusaha untuk merambah pasar yang lebih besar dalam memberikan layanan transportasi udara bagi para wisatawan maupun pebisnis dari dan ke Kota Bandung dengan biaya yang sangat terjangkau dan dapat memberikan kenyamanan penerbangan yang baik," jelasnya.
Citilink kini melayani 85 frekuensi harian ke berbagai kota penting dan menarik di Indonesia. Kedepannya Citilink akan terus membuka rute-rute baru di beragam kota lain di Indonesia.
"Target kami hingga akhir tahun 2012 adalah mengoperasikan 137 frekuensi penerbangan setiap harinya," tandas Arif Wibowo.
Wednesday, 3 October 2012
100 Karyawan Tambang Emas Newmont di NTB Kena PHK
PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) bakal melakukan pemangkasan 100
karyawannya sebagai usaha efisiensi di tengah penurunan produksi emas
dan tembaganya dari tambang Batu Hijau, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
(NTB).
Rencana PHK ini sudah disampaikan lewat memo internal kepada seluruh karyawan dan rekan bisnis Newmont.
"Ini adalah langkah terakhir yang dengan berat hati kami lakukan karena sejumlah upaya efisiensi yang sebelumnya kami lakukan belum mencukupi untuk menjamin keberlangsungan jangka panjang operasi tambang Batu Hijau," ujar Presiden Direktur Newmont Nusa Tenggara Martiono Hadianto dalam siaran pers, Rabu (3/10/2012).
Sejak Juni 2012, seluruh wilayah kerja Newmont melakukan pengkajian struktur biaya perusahaan guna meningkatkan efisiensi dan memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan jangka panjang.
Khusus Newmont Nusa Tenggara, sebagaimana telah disampaikan beberapa tahun lalu tahun 2012 dan 2013 merupakan tahun yang berat. Karena adanya penurunan kegiatan usaha pertambangan dunia pada umumnya, keadaan tersebut lebih memperberat kegiatan usaha perseroan.
Manajemen Newmont Nusa Tenggara telah mengevaluasi dan mengkaji struktur biaya perusahaan secara menyeluruh untuk memastikan tambang Batu Hijau dapat beroperasi lebih efektif dan efisien.
Kajian Newmont Nusa Tenggara difokuskan pada seluruh biaya dengan melakukan pengurangan secara substansial terhadap biaya operasi (baik penambangan maupun pemrosesan), biaya modal, dan biaya pendukung operasional lainnya. Upaya efisiensi yang telah dilakukan antara lain menghilangkan sejumlah jasa kontraktor, mengurangi biaya penyediaan materi dan bahan tambang, serta biaya pendukung operasional lainnya.
Evaluasi dan pelaksanaan pengurangan jumlah tenaga kerja tersebut dimulai dengan mengurangi sekitar 100 dari sekitar 4.000 karyawan Newmont Nusa Tenggara saat ini.
Martiono menambahkan, langkah pengurangan tenaga kerja ini telah disampaikan kepada pemerintah di kementerian terkait dan dalam pelaksanaannya, Newmont Nusa Tenggara akan melakukannya berdasarkan UU Ketenagakerjaan dan peraturan perundangan lainnya.
Newmont yang merupakan perusahaan tambang kedua terbesar di dunia merevisi turun target produksi emasnya tahun ini, dari 114 ribu ounces menjadi 71 ribu ounces dari tambang emas Batu Hijau di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Produksi tembaga Newmont dari Batu Hijau juga direvisi turun tahun ini dari 192 juta pound menjadi 170,6 pound.
Rencana PHK ini sudah disampaikan lewat memo internal kepada seluruh karyawan dan rekan bisnis Newmont.
"Ini adalah langkah terakhir yang dengan berat hati kami lakukan karena sejumlah upaya efisiensi yang sebelumnya kami lakukan belum mencukupi untuk menjamin keberlangsungan jangka panjang operasi tambang Batu Hijau," ujar Presiden Direktur Newmont Nusa Tenggara Martiono Hadianto dalam siaran pers, Rabu (3/10/2012).
Sejak Juni 2012, seluruh wilayah kerja Newmont melakukan pengkajian struktur biaya perusahaan guna meningkatkan efisiensi dan memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan jangka panjang.
Khusus Newmont Nusa Tenggara, sebagaimana telah disampaikan beberapa tahun lalu tahun 2012 dan 2013 merupakan tahun yang berat. Karena adanya penurunan kegiatan usaha pertambangan dunia pada umumnya, keadaan tersebut lebih memperberat kegiatan usaha perseroan.
Manajemen Newmont Nusa Tenggara telah mengevaluasi dan mengkaji struktur biaya perusahaan secara menyeluruh untuk memastikan tambang Batu Hijau dapat beroperasi lebih efektif dan efisien.
Kajian Newmont Nusa Tenggara difokuskan pada seluruh biaya dengan melakukan pengurangan secara substansial terhadap biaya operasi (baik penambangan maupun pemrosesan), biaya modal, dan biaya pendukung operasional lainnya. Upaya efisiensi yang telah dilakukan antara lain menghilangkan sejumlah jasa kontraktor, mengurangi biaya penyediaan materi dan bahan tambang, serta biaya pendukung operasional lainnya.
Evaluasi dan pelaksanaan pengurangan jumlah tenaga kerja tersebut dimulai dengan mengurangi sekitar 100 dari sekitar 4.000 karyawan Newmont Nusa Tenggara saat ini.
Martiono menambahkan, langkah pengurangan tenaga kerja ini telah disampaikan kepada pemerintah di kementerian terkait dan dalam pelaksanaannya, Newmont Nusa Tenggara akan melakukannya berdasarkan UU Ketenagakerjaan dan peraturan perundangan lainnya.
Newmont yang merupakan perusahaan tambang kedua terbesar di dunia merevisi turun target produksi emasnya tahun ini, dari 114 ribu ounces menjadi 71 ribu ounces dari tambang emas Batu Hijau di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Produksi tembaga Newmont dari Batu Hijau juga direvisi turun tahun ini dari 192 juta pound menjadi 170,6 pound.
Negara Hampir Bangkrut, Yunani Malah Bikin Sirkuit F1 Rp 1,3 Triliun
Yunani yang saat ini terlilit utang segunung dan hampir bangkrut,
berencana membangun sirkuit formula one (F1) senilai 94 juta euro atau
sekitar Rp 1,3 triliun.
Kementerian Pembangunan Yunani mengatakan, dari nilai proyek tersebut, senilai 28,9 juta euro atau US$ 37,3 juta (Rp 406 miliar) bakal dikeluarkan lewat kocek negara.
Pemerintah Yunani mengaku bakal berusaha untuk menarik investasi pembangunan sirkuit ini dan bakal menjadi prioritas utama. Namun prosedur birokrasi masih menghambat.
Proyek ini telah diberi 'lampu hijau' pada Mei 2012 lalu. Sirkuit ini bertujuan untuk menarik minat wisatawan dan menciptakan lapangan kerja di negara yang saat ini tengah melakukan kebijakan pengetatan anggaran dan resesi ekonomi. Tingkat pengangguran di Yunan mencapai 20%.
Sirkuit ini rencananya akan dibangun oleh perusahaan konstruksi asal Yunani yakni Avtokinitodromio Patras di Kota Fares di barat laut dari Peloponnese. Proses pembangunan akan dilakukan tiga tahun.
Proyek ini sempat menimbulkan perdebatan bertahun-tahun di antara para pemimpin Yunani. Seperti diketahui, Yunani telah menghabiskan 8,95 miliar euro saat menjadi tuan rumah olimpiade 2004 silam, termasuk 7,2 miliar euro untuk membangun venue-venue pertandingan.
Kementerian Pembangunan Yunani mengatakan, dari nilai proyek tersebut, senilai 28,9 juta euro atau US$ 37,3 juta (Rp 406 miliar) bakal dikeluarkan lewat kocek negara.
Pemerintah Yunani mengaku bakal berusaha untuk menarik investasi pembangunan sirkuit ini dan bakal menjadi prioritas utama. Namun prosedur birokrasi masih menghambat.
Proyek ini telah diberi 'lampu hijau' pada Mei 2012 lalu. Sirkuit ini bertujuan untuk menarik minat wisatawan dan menciptakan lapangan kerja di negara yang saat ini tengah melakukan kebijakan pengetatan anggaran dan resesi ekonomi. Tingkat pengangguran di Yunan mencapai 20%.
Sirkuit ini rencananya akan dibangun oleh perusahaan konstruksi asal Yunani yakni Avtokinitodromio Patras di Kota Fares di barat laut dari Peloponnese. Proses pembangunan akan dilakukan tiga tahun.
Proyek ini sempat menimbulkan perdebatan bertahun-tahun di antara para pemimpin Yunani. Seperti diketahui, Yunani telah menghabiskan 8,95 miliar euro saat menjadi tuan rumah olimpiade 2004 silam, termasuk 7,2 miliar euro untuk membangun venue-venue pertandingan.
Minyak Pertamina Sering Dicuri, Ini Komentar Dahlan Iskan
Pipa minyak Pertamina yang berada Tempino-Plaju, Sumatera Selatan
seringkali jadi korban pencurian. Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta
Pertamina terus mengadukan ini ke pihak keamanan.
Dahlan mengatakan, pipa milik Pertagas (anak usaha Pertamina) di Sumsel tersebut menyalurkan 2.000 barel minyak dan aksi pencurian sudah makin parah.
"Pertamina tidak disiapkan organisasinya mengatasi persoalan itu. Itukan sudah menyangkut jaringan yang begitu luas, Pertamina bisanya mengadu kepada pihak keamanan. Karena di negara ini ada pihak yang menangani keamanan," tegas Dahlan saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Dahlan menyatakan, dirinya sudah tahu soal aksi pencurian minyak ini. Dirinya menegaskan, Pertamina tak boleh hanya diam.
Sebelumnya, Manajer Humas Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan, dari Januari-17 September 2012, pengiriman minyak mentah Pertamina EP ke kilang pengolahan hilang rata-rata sebanyak 17%.
Menurut Agus, dalam sebulan Pertamina EP mendistribusikan minyak mentah sebanyak 330.000 barel per bulan atau dengan rata-rata per hari mencapai 11.000 barel.
"Setelah kita hitung ternyata kehilangan pengiriman minyak kami sebesar 17%, atau hingga 17 September mencapai 232.000 barel jika dirupiahkan mencapai Rp 198,3 miliar lebih," ujar Agus.
Hari ini, minyak Pertamina yang dicuri oleh kawanan pencuri meledak dan menimbulkan korban tewas dan luka-luka yang tak lain adalah pencuri itu sendiri.
Kebakaran terjadi di dekat jalur pipa Tempino-Plaju di kilometer 219 Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradyana pernah mengatakan, sudah puluhan tahun minyak mentah Indonesia khususnya di Sumatera Selatan, Tempino-Plaju dicuri. Dalam setahun ratusan miliar melayang, dan pelaku pencurian saat ini sudah 'berjamaah' mencapai 3.500 orang lebih.
Dahlan mengatakan, pipa milik Pertagas (anak usaha Pertamina) di Sumsel tersebut menyalurkan 2.000 barel minyak dan aksi pencurian sudah makin parah.
"Pertamina tidak disiapkan organisasinya mengatasi persoalan itu. Itukan sudah menyangkut jaringan yang begitu luas, Pertamina bisanya mengadu kepada pihak keamanan. Karena di negara ini ada pihak yang menangani keamanan," tegas Dahlan saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Dahlan menyatakan, dirinya sudah tahu soal aksi pencurian minyak ini. Dirinya menegaskan, Pertamina tak boleh hanya diam.
Sebelumnya, Manajer Humas Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan, dari Januari-17 September 2012, pengiriman minyak mentah Pertamina EP ke kilang pengolahan hilang rata-rata sebanyak 17%.
Menurut Agus, dalam sebulan Pertamina EP mendistribusikan minyak mentah sebanyak 330.000 barel per bulan atau dengan rata-rata per hari mencapai 11.000 barel.
"Setelah kita hitung ternyata kehilangan pengiriman minyak kami sebesar 17%, atau hingga 17 September mencapai 232.000 barel jika dirupiahkan mencapai Rp 198,3 miliar lebih," ujar Agus.
Hari ini, minyak Pertamina yang dicuri oleh kawanan pencuri meledak dan menimbulkan korban tewas dan luka-luka yang tak lain adalah pencuri itu sendiri.
Kebakaran terjadi di dekat jalur pipa Tempino-Plaju di kilometer 219 Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradyana pernah mengatakan, sudah puluhan tahun minyak mentah Indonesia khususnya di Sumatera Selatan, Tempino-Plaju dicuri. Dalam setahun ratusan miliar melayang, dan pelaku pencurian saat ini sudah 'berjamaah' mencapai 3.500 orang lebih.
Subscribe to:
Posts (Atom)