Monday, 24 September 2012

Hanya Timbulkan Citra Negatif, Dirjen Kesal Sempat Ada Gayus di Direktorat Pajak

Jakarta - Citra pegawai pajak langsung buruk ketika terungkapnya kasus mafia pajak Rp 75 miliar Gayus Tambunan. Bahkan saat ini jika bertemu dengan Gayus, para pegawai pajak ingin sekali gorok (potong) lehernya.

"Kita juga kesel ada si Gayus di Pajak, bahkan kalau ketemu si Gayus pingin gorok saja," kata Fuad ketika ditemui di Gedung DPR, Senin (24/9/2012).

Dikatakan Fuad, Gayus memang memberikan citra sangat buruk bagi Direktorat Pajak, bahkan membuat berita-berita yang muncul menjadi negatif.

"Sehingga apapun yang kita lakukan buruk selalu kesannya, tapi kinerja kita seperti penerimaan pajak terus meningkat dibandingkan dari tahun ke tahun bahkan lebih tinggi pertumbuhan penerimaan pajaknya dibandingkan negara-negara ASEAN tidak diapresiasi," ujarnya.

Bahkan kata Fuad, akibat berita negatif tersebut membuat masyarakat terus menilai jelek Direktorat Pajak, bahkan seperti kemarin Kyiai NU sampai mengancam tidak bayar pajak.

"Bahkan kemarin Kyiai sampai mengancam tidak mau bayar pajak, ini terjadi karena berita-berita negatif yang terus ada, yang bersumber pada kasus Gayus," ucapnya.

Fuad meminta agar masyarakat tidak lagi menilai buruk kinerja Direktorat Perpajakan, pasalnya pihaknya sudah bekerja sekuat tenaga, dan bukan berarti Gayus mengemplang Rp 75 miliar berarti bosnya justru lebih besar.

"Tidak, bukan berarti Gayus yang kecil tersebut gelapkan Rp 75 miliar bosnya jauh lebih besar, tidak, dia ketahuan karena memang menggelapkan pajaknya gede sekali," tandasnya.

(rrd/dru)


View the original article here

No comments:

Post a Comment