Thursday, 27 September 2012

Fuad Rahmany Pamer Penerimaan Pajak RI Lebih Pesat dari Malaysia

Jakarta - Dirjen Pajak Fuad Rahmany menyatakan pertumbuhan penerimaan pajak di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN lainnya. Bahkan dengan Malaysia, Indonesia lebih unggul karena pertumbuhannya lebih tinggi.

"Dibandingkan dengan Malaysia pertumbuhan penerimaan pajak tahun lalu cuma 12%, kita sudah 19% dalam hal upaya penerimaan pajaknya," kata Fuad di Gedung DPR, Senin (24/9/2012).

Untuk terus meningkatkan penerimaan pajak, para pegawai di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dituntut kerja keras untuk meningkatkan penerimaan pajak. Salah satu realisasinya, seluruh pegawai pajak jam kerjanya harus di atas pukul 17.00.

Fuad mengatakan seluruh pegawai di Direktorat Jenderal Pajak dituntut untuk kerja keras, ini terbukti dengan terus naiknya penerimaan negara setiap tahunnya.

"Untuk itu tidak seluruh pegawai pajak harus jam kerjanya di atas jam 5 (17.00) semua. Kita kerja keras ini terbukti dengan seluruh DJP bisa memberikan sumbangan ke negara berupa setoran pajak mencapai Rp 800 triliun," kata.

Dikatakan Fuad, pihaknya juga akan terus mengejar orang-orang kaya dan perusahaan besar untuk rajin membayar pajak.

"Pasalnya 90% penerimaan pajak berasal dari perusahaan besar dan orang-orang kaya, sementara yang UKM kontribusinya hanya 4%," ucap Fuad.

Menurut Fuad, bahkan untuk pajak pribadi saat ini masih ada potensi 35 juta jiwa lebih yang belum membayar pajak.

"Untuk pajak pribadi saat ini masih ada potensi sekitar 35 juta jiwa lebih yang belum membayar pajak, ini dikarenakan sulitnya mendapatkan data yang valid baik itu dari KTP atau data lainnya," ungkapnya.

(rrd/hen)


View the original article here

No comments:

Post a Comment