Wednesday, 25 April 2012

Wah! Tanpa Pembatasan BBM, Subsidi Energi 'Jebol' Jadi Rp 340 Triliun


Selasa, 24/04/2012 19:36 WIB
Wah! Tanpa Pembatasan BBM, Subsidi Energi 'Jebol' Jadi Rp 340 Triliun 
Rachmadin Ismail - detikFinance
Foto: dok.detikFinance google_ad_client = 'ca-pub-6880533263535234'; google_ad_channel = '4681447186'; google_ad_width = 200; google_ad_height = 400; google_ui_version = 1; google_ad_slot = '4685348676'; google_override_format = 'true'; google_ad_type = 'text_html'; google_tl = 3; google_font_face = 'arial'; google_font_size = 'small'; google_tfs = 12; google_color_link = '#33607A'; google_color_text = '#666666'; google_color_bg = '#FFFFFF'; google_color_border = '#FFFFFF'; google_color_url = '#CCCCCC';Jakarta - Presiden SBY saat ini tengah mencari cara mengamankan anggaran negara karena harga BBM subsidi batal naik jadi Rp 6.000 per liter. Jika tak ada cara menahan konsumsi BBM subsidi, anggaran subsidi energi bisa jebol jadi Rp 340 triliun.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, harus ada kebijakan untuk menjaga konsumsi BBM subsidi tak melebihi jatah 40 juta kiloliter (KL) di 2012. Salah satu cara yang dibahas adalah pembatasan konsumsi BBM subsidi seperti pada mobil cc tertentu.

"Kalau tidak ada kebijakan, tidak ada pengendalian, maka subsidi energi akan mencapai Rp 340 triliun. Itu artinya mendorong defisit anggaran jauh di atas 3 persen," jelas Hatta di kantor presiden, Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Dalam APBN-P 2012 juga disetujui soal subsidi energi Rp 225 triliun dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun.

Sampai saat ini belum jelas bagaimana bentuk pembatasan BBM subsidi yang akan diputuskan pemerintah dan mulai kapan kebijakan akan berlaku.

Sementara itu di tempat yang sama, Anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani mengatakan pihaknya meminta kepada Presiden SBY agar tidak menaikkan harga BBM subsidi sampai akhir tahun, agar ada kepastian bagi investor dan masyarakat.

"Sebaiknya harga tidak naik tapi pembatasan BBM. Dengan adanya pembatasan itu diharapkan ada kepastian juga investor, kalau nanti naiknya tidak jelas," tukas Aviliani.

(dnl/hen)

GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! Tutup

You are redirected to Facebook

loadingSending your message

Senin, 23/04/2012 - 20:17
Banyak Diprotes, Bos Kereta Api: Tarif Kami Rp 1.000, Ada yang Lebih Murah? Senin, 23/04/2012 - 16:16
Tak Terima Dituding Sarang Korupsi, Pertamina Siap Somasi Mahfud MD Rabu, 25/04/2012 - 08:49
Widjajono: Pilih Mana, BBM Dibatasi atau Oktober Premium Habis? Selasa, 24/04/2012 - 09:59
Pengusaha SPBU: Alphard Ngirit Pakai Premium, Sebulan Bisa Beli Ipad Sabtu, 21/04/2012 - 23:23
Wamen ESDM Meninggal Dunia di Gunung Tambora Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

View the original article here

No comments:

Post a Comment